Metro, Metrodeadline.com – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPPA PP KB) Kota Metro menekankan pentingnya penguatan ketahanan keluarga melalui penerapan nilai saling asah, asih, dan asuh, Minggu (11/10/2026)
Upaya tersebut bertujuan meningkatkan kualitas keluarga, memperkuat perlindungan perempuan dan anak, serta membangun lingkungan sosial yang aman, harmonis, dan penuh kepedulian.
Dikatakan Kepala Dinas PPPA PP KB Kota Metro, Silfia Naharani, mengatakan pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga harus diimbangi dengan peningkatan kualitas manusia, keluarga, dan lingkungan sosial masyarakat.
“Pembangunan bukan hanya tentang pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga tentang bagaimana kita membangun manusia, keluarga, dan lingkungan sosial yang berkualitas,” ujar Silfia.
Menurutnya, keluarga yang berdaya, perempuan yang terlindungi, serta anak yang terpenuhi hak-haknya merupakan fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah.
“Diperlukan upaya berkelanjutan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, peningkatan kualitas keluarga, serta partisipasi masyarakat,” katanya.
Silfia menjelaskan, nilai saling asah, asih, dan asuh menjadi salah satu pendekatan penting dalam membangun keluarga yang tangguh.
“Saling asah artinya sebagai upaya untuk terus belajar, berbagi pengetahuan, meningkatkan kapasitas, serta memberikan kesempatan kepada setiap anggota keluarga untuk berkembang,” tuturnya.
Sementara itu, saling asih menekankan pentingnya kasih sayang, empati, kepedulian, penghargaan, dan komunikasi yang sehat. Adapun saling asuh diwujudkan melalui tindakan membimbing, menjaga, dan memberikan perlindungan, terutama kepada anak serta anggota keluarga yang membutuhkan perhatian.
“Ketiga nilai tersebut sederhana, tetapi memiliki makna yang sangat besar. Keluarga yang tangguh tidak hanya dibangun dengan kekuatan ekonomi, tetapi juga melalui pengasuhan yang baik, kasih sayang, komunikasi, perlindungan, dan kepedulian,” jelasnya.
Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari pola komunikasi orang tua dengan anak, hubungan suami istri yang saling menghargai, hingga kemampuan keluarga dalam menyelesaikan persoalan secara sehat.
Selain memperkuat hubungan antar anggota keluarga, upaya tersebut juga diarahkan untuk mendorong terciptanya lingkungan yang aman dan mendukung perempuan serta anak, sekaligus mencegah kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, dan berbagai bentuk perlakuan yang merugikan.
Silfia menambahkan, keluarga saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan ekonomi, pengasuhan, perubahan sosial, hingga tekanan psikologis yang dapat memengaruhi kualitas hubungan keluarga. Oleh sebab itu, kesehatan mental dan kesejahteraan psikososial perlu menjadi perhatian bersama.
Pihaknya berharap, masyarakat membiasakan diri untuk saling mendengarkan, berkomunikasi dengan baik, menghargai perbedaan, dan memberikan dukungan kepada anggota keluarga
“Apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, masyarakat juga bisa mengakses layanan profesional yang sesuai,” tambahnya
Menurut Silfia, edukasi dan penguatan dukungan psikososial merupakan bagian penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperluas akses terhadap informasi dan layanan yang dibutuhkan keluarga.
“Saya berharap kegiatan ini tidak terhenti sebagai kegiatan seremonial belaka, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang lebih peduli dan keluarga yang lebih tangguh,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Silfia turut mengapresiasi Yayasan Bina Sejahtera (YBHS) Lampung dan seluruh pihak yang terlibat sebagai mitra dalam memberikan edukasi serta dukungan psikososial sesuai kompetensi masing-masing.
Apresiasi juga disampaikan kepada Poltekkes Tanjungkarang yang turut mendukung edukasi kesehatan dan keterlibatan tenaga kesehatana. (Aliando)
