JAWA BARAT

Dikira Kena Bola Plastik, Mata Pelajar 14 Tahun di Garut Ternyata Terkena Tembakan Airsoft Gun

35
×

Dikira Kena Bola Plastik, Mata Pelajar 14 Tahun di Garut Ternyata Terkena Tembakan Airsoft Gun

Sebarkan artikel ini

GARUT, METRODEADLINE.COM — Seorang pelajar berusia 14 tahun mengalami luka serius pada mata kirinya setelah diduga terkena tembakan senjata airsoft gun saat mengikuti kegiatan berkemah, Minggu (27/9/2026). Peristiwa tersebut kini ditangani kepolisian setelah seorang pemuda berinisial MHA (19) diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Awalnya, korban dan orang-orang di sekitarnya mengira luka tersebut disebabkan bola plastik. Namun, setelah korban mendapatkan pemeriksaan medis di RS Cicendo, Bandung, ditemukan serpihan logam di bagian matanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pulang dari kegiatan kemah dengan kondisi mata kiri bengkak dan berdarah. Kondisi tersebut kemudian mendorong dilakukannya pemeriksaan medis lebih lanjut untuk mengetahui penyebab cedera yang dialaminya.

Polisi Amankan Terduga Pelaku

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Tim Resmob Polda Jawa Barat bersama Team Sancang dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Garut melakukan penyelidikan.

Dalam perkembangan penyidikan, petugas mengamankan MHA di kawasan Gang Babakan Pogor, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut, pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Dari tangan terduga pelaku, polisi turut menyita satu unit airsoft gun jenis Glock 19 berwarna hitam-perak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Berdasarkan keterangan seorang teman korban yang tercantum dalam informasi kasus, seorang pria diduga datang ke lokasi kemah dan melepaskan tiga kali tembakan. Salah satu tembakan disebut mengenai mata kiri korban.

Meski demikian, dugaan tersebut masih harus diuji melalui proses penyidikan untuk memastikan kronologi kejadian dan pihak yang bertanggung jawab.

Penyidikan Masih Berlangsung

Saat ini, MHA masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Garut. Polisi masih mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan seorang pelajar mengalami cedera pada matanya.

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan anak di bawah umur. Penggunaan airsoft gun secara tidak bertanggung jawab berpotensi menimbulkan cedera serius, terlebih apabila diarahkan kepada orang lain.

Kepolisian diharapkan dapat mengungkap fakta kejadian secara menyeluruh dan memproses perkara sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini disusun, proses pemeriksaan terhadap terduga pelaku masih berlangsung. Status hukum dan dugaan keterlibatannya tetap mengacu pada hasil penyidikan serta proses hukum selanjutnya.

 

Reporter: Mamat Rahmat, C.JI., C.LWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!