JAWA TIMUR

Bukan Sekadar Lomba, 268 Penggalang Ponorogo Adu Mental Berebut Tiket LT-IV       

31
×

Bukan Sekadar Lomba, 268 Penggalang Ponorogo Adu Mental Berebut Tiket LT-IV       

Sebarkan artikel ini

PONOROGO,— Sebanyak 268 Pramuka Penggalang dari 17 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Ponorogo mengikuti Lomba Tingkat III (LT-III) Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Ponorogo, Selasa hingga Kamis (6–8/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini berpusat di Bumi Perkemahan Halaman Gedung Amarta Graha. Dalam pelaksanaannya, arena lomba terbagi menjadi dua lokasi, yakni Kem 1 di Sanggar Bakti Kwarcab Ponorogo dan Kem 2 di Lapangan Badegan.

 

Sebanyak 30 regu ambil bagian dalam kompetisi tersebut, terdiri atas 14 regu putra dan 16 regu putri. Mereka mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menguji kemampuan, kemandirian, keberanian, kedisiplinan, kreativitas, serta sportivitas peserta.

 

Ketua Panitia Pelaksana LT-III Kwarcab Ponorogo, Arif Darul Faroqi, M.Pd., mengatakan kegiatan ini menjadi tahapan seleksi untuk menentukan regu yang akan mewakili Kabupaten Ponorogo dalam Lomba Tingkat IV (LT-IV) Kwartir Daerah Jawa Timur pada November mendatang.

 

“Pelaksanaan lomba dibagi di dua lokasi, yakni Kem 1 di Sanggar Bakti Kwarcab Ponorogo dan Kem 2 di Lapangan Badegan. Ajang ini berlandaskan UU No. 12/2010 tentang Gerakan Pramuka, AD/ART hasil Munas 2023, serta Program Kerja Kwarcab Ponorogo 2026–2031,” ujar Arif saat menyampaikan laporan panitia.

 

LT-III tahun 2026 mengusung tema “Berbudaya, Berprestasi, Produktif” dengan motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”. Tema tersebut menjadi pijakan kegiatan yang tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter peserta melalui pengalaman langsung selama perlombaan.

 

Kegiatan resmi dibuka oleh Waka Binawasa Kwarcab Ponorogo, Drs. H. Nurhadi Hanuri, M.M., yang ditandai dengan penyematan tanda peserta upacara.

 

Dalam amanatnya, Kak Nurhadi menekankan pentingnya pendidikan kepramukaan sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Menurutnya, kegiatan seperti LT-III memberikan ruang bagi peserta untuk belajar menghadapi tantangan, membangun kepercayaan diri, serta mengembangkan potensi secara maksimal.

 

«“Pramuka adalah wadah teruji untuk membentuk karakter calon pemimpin bangsa. Melalui lomba ini, Adik-Adik dilatih untuk percaya diri, mandiri, dan menjunjung tinggi sportivitas. Bukan sekadar nilai akademik formal yang menentukan kehebatan, tetapi bagaimana potensi diri dikembangkan secara maksimal untuk kebaikan,” ujar Kak Nurhadi.»

 

Dari rangkaian kompetisi tersebut, Kwarcab Ponorogo akan menentukan regu terbaik untuk melanjutkan perjuangan ke LT-IV tingkat Jawa Timur. Kwarcab juga menargetkan wakil Ponorogo mampu melangkah lebih jauh hingga LT-V tingkat nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!