Kota Metro

Sinergi LPAI dan FPPI Kota Metro: Kolaborasi Nyata Lindungi Anak dan Berdayakan Keluarga

38
×

Sinergi LPAI dan FPPI Kota Metro: Kolaborasi Nyata Lindungi Anak dan Berdayakan Keluarga

Sebarkan artikel ini

Metro, Metrodeadline.com — Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Kota Metro bersama Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Kota Metro menjajaki kerja sama dalam upaya memperkuat perlindungan anak sekaligus pemberdayaan keluarga dan perempuan di Kota Metro, Selasa (6/10/2026)

 

Penjajakan tersebut dilakukan melalui kegiatan audiensi dan ramah tamah antara jajaran pengurus LPAI Kota Metro dan FPPI Kota Metro di sekretariat FPPI.

 

Ketua LPAI Kota Metro Asrori Mangku Alam, S.H., M.H, mengatakan, bahwa pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk menyelaraskan program kedua organisasi yang dinilai memiliki sejumlah bidang kerja yang saling berkaitan.

 

“LPАI merupakan lembaga yang bergerak di bidang perlindungan anak, sementara FPPI juga memiliki kegiatan yang bersinggungan dengan persoalan perempuan dan keluarga. Ketika ini bisa disinergikan dan diselaraskan, tentu akan menghasilkan kerja sama yang baik,” ujar Asrori.

 

Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung cita-cita Kota Metro dalam mewujudkan kota yang layak anak.

 

“Kota Metro saat ini tinggal selangkah lagi untuk mencapai target sebagai kota layak anak di tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya.

 

Asrori mengatakan, LPAI akan berfokus pada pendampingan anak agar tetap mendapatkan hak pendidikan, sementara FPPI diharapkan dapat membantu melihat kondisi orang tua dan keluarga secara lebih menyeluruh.

 

“Anaknya masih sekolah, sementara kondisi ekonomi orang tuanya sangat prihatin. Karena itu, FPPI akan berupaya melakukan silaturahmi dan kunjungan kepada keluarga tersebut untuk melihat bentuk bantuan yang paling sesuai dan relevan,” terangnya.

 

Sementara itu, Ketua FPPI Kota Metro, Hj. Ani Rudi Hartono, menyambut baik rencana sinergi tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara kedua organisasi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan dan komunikasi, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan.

 

“Harapannya, kita bisa ada bentuk sinergi yang berkelanjutan. Jadi tidak hanya bertemu untuk ngobrol-ngobrol saja, tetapi ada action dan bentuk kegiatannya,” kata Ani.

 

Ia menjelaskan, pembagian peran ke depan dapat dilakukan sesuai bidang masing-masing.

 

“LPAI dapat menangani persoalan yang berkaitan langsung dengan anak, terutama terkait pendidikan dan perlindungan anak, sedangkan FPPI dapat turut mendampingi orang tua dan membantu mencari solusi terhadap persoalan ekonomi keluarga,” jelasnya.

 

Menurut Ani, pendampingan terhadap orang tua juga penting agar persoalan ekonomi keluarga tidak kembali berdampak terhadap keberlangsungan pendidikan anak.

 

“Kalau anaknya selesai, tetapi orang tuanya tidak selesai persoalannya, nanti bisa saja anak kembali putus sekolah. Karena itu, orang tuanya juga perlu didampingi,” ungkapnya.

 

Selain persoalan keluarga dan pendidikan, FPPI juga menyatakan dukungannya terhadap rencana kegiatan LPAI yang menghadirkan tokoh nasional ke Kota Metro.

 

“Kegiatan ini bisa memberikan wawasan kepada masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai berbagai persoalan yang dihadapi anak di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai,” paparnya.

 

Ani berharap kegiatan tersebut dapat membantu orang tua memahami berbagai tantangan yang dihadapi anak sehingga potensi kenakalan anak di Kota Metro dapat ditekan.

 

“Kita berharap orang tua di Kota Metro bisa menyerap hasil seminar tersebut. Mudah-mudahan bisa membantu orang tua dalam menghadapi berbagai persoalan anak,” bebernya.

 

Sementara itu, dalam audiensi tersebut juga dibahas rencana pelantikan kepengurusan FPPI Kota Metro yang dijadwalkan pada 14 Oktober dan akan melibatkan pimpinan DPD FPPI Provinsi Lampung.

 

Kedua organisasi sepakat bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal guna membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih konkret dalam menangani persoalan anak, keluarga, perempuan, serta pemberdayaan masyarakat di Kota Metro.

 

Sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan program yang saling melengkapi, sehingga perlindungan terhadap anak tidak hanya berfokus pada anak, tetapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!