JAWA BARAT

Driver Maxim POB Priangan Timur Mendesak, Program Turbo hingga Car Hemat Dihentikan

43
×

Driver Maxim POB Priangan Timur Mendesak, Program Turbo hingga Car Hemat Dihentikan

Sebarkan artikel ini

TASIKMALAYA — Ratusan driver ojek online (ojol) Maxim dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Paguyuban Online Bersatu (POB) Priangan Timur kembali menggelar aksi unjuk rasa, Selasa (15/9/2026).

Aksi tersebut merupakan lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya yang digelar di Kantor Cabang Maxim, Jalan Peta, Kota Tasikmalaya, pada Kamis (10/9/2026).

Kali ini, massa aksi mendatangi dua titik. Pertama, Kantor Cabang Maxim di Jalan Peta, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Setelah itu, para driver bergerak menuju Gedung DPRD Kota Tasikmalaya di Jalan R.E. Martadinata No.334, Panyingkiran, Kecamatan Indihiang.

Setibanya di DPRD, perwakilan driver Maxim diterima untuk mengikuti audiensi di gedung serbaguna DPRD Kota Tasikmalaya. Audiensi tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Tasikmalaya bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Dalam audiensi, perwakilan POB Priangan Timur menyampaikan sejumlah tuntutan yang menjadi keresahan para driver. Di antaranya meminta moratorium atau penutupan pendaftaran akun baru untuk roda dua (R2) dan roda empat (R4), penghapusan layanan Car Hemat, penggratisan biaya branding kendaraan R4, serta keberatan terhadap sistem pemotongan persentase pendapatan dan platform fee yang dinilai memberatkan driver.

Perwakilan driver menilai persoalan tersebut berkaitan langsung dengan keberlangsungan pendapatan dan kondisi persaingan di antara pengemudi yang saat ini bergantung pada layanan aplikasi.

“Kami menyampaikan aspirasi ini karena menyangkut pendapatan dan keberlangsungan para driver. Kami berharap ada kebijakan yang benar-benar memperhatikan kondisi di lapangan,” ungkap perwakilan driver dalam audiensi.

Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara DPRD Kota Tasikmalaya dan POB Priangan Timur. Proses audiensi berlangsung dalam suasana lancar dan kondusif.

Dari hasil pembahasan, sejumlah tuntutan driver akhirnya memperoleh kesepakatan bersama. Para pihak menyepakati pembatasan total atau moratorium pendaftaran akun baru untuk roda dua dan roda empat.

Selain itu, disepakati pula penghapusan program Turbo, penghentian layanan Car Hemat, serta penghentian branding berbayar.

Kesepakatan tersebut menjadi hasil penting dari rangkaian aksi dan audiensi yang dilakukan POB Priangan Timur. Para driver berharap kesepakatan tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi benar-benar diterapkan dan diawasi pelaksanaannya.

Dengan adanya kesepakatan tersebut, aspirasi ratusan driver Maxim yang disampaikan dalam aksi kedua diharapkan mendapatkan tindak lanjut konkret dari pihak terkait, sehingga persoalan yang menjadi keluhan para pengemuditidak kembali berulang.(YJT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!