AdvetorialKota Metro

Penyuluhan dan Edukasi di Metro Timur, kuatkan sinergi Potensi SDM cegah Karhutla

35
×

Penyuluhan dan Edukasi di Metro Timur, kuatkan sinergi Potensi SDM cegah Karhutla

Sebarkan artikel ini

Metro, Metrodeadline.com — Kecamatan Metro Timur memiliki potensi pertanian yang cukup besar. Namun, di tengah potensi tersebut, pemerintah kecamatan juga menghadapi persoalan kebakaran rumah, lahan, dan lingkungan yang terjadi sepanjang 2026, Selasa (15/9/2026).

Dikatakan Camat Metro Timur Ferry Handono, bahwa kehadiran jajaran TNI diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus mengatasi berbagai persoalan di wilayah tersebut.

Menurutnya Kecamatan Metro Timur memiliki luas sekitar 11,78 kilometer persegi. Dari luasan tersebut, sekitar 47 hektare merupakan lahan pertanian dengan estimasi produksi mencapai 2.362 ton.

“Kalau harga Bulog mengambil sekitar Rp6.500 per kilogram, maka hasilnya kurang lebih mencapai Rp15 miliar,” ujar Ferry.

Ia menyebut sektor pertanian menjadi salah satu kekuatan penting Kecamatan Metro Timur.

“Kecamatan Metro Timur terdiri atas lima kelurahan, 57 RW dan 180 RT, dengan jumlah penduduk sekitar 41.000 jiwa atau 13.000 kepala keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, selain sektor pertanian, persoalan kebakaran menjadi perhatian pemerintah kecamatan. Ferry menyebut, sepanjang 2026 tercatat 15 kejadian kebakaran di wilayah Metro Timur.

“Rinciannya, tujuh kejadian merupakan kebakaran rumah, lima kebakaran lahan, dan tiga kejadian lainnya, Kebakaran itu melibatkan sampah, kendaraan bermotor, hingga pohon,” ungkapnya.

Menurut Ferry, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya api, terutama saat memasuki musim kemarau.

“Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat bisa terus diperkuat, terutama dalam upaya pencegahan kebakaran dan menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Satgas yang diwakili Kolonel Inf. Andi Kusworo menegaskan, pelaksanaan tugas TNI merupakan bagian dari perintah negara sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Andi mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, salah satunya melalui gerakan menanam dan merawat pohon.

“Contohnya kegiatan penghijauan tidak cukup hanya dengan menanam pohon. Tanaman harus dirawat hingga tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan. Budaya seperti ini perlu ditanamkan kepada generasi muda,” tandasnya.

Andi juga mengingatkan ancaman kebakaran lahan dan hutan yang dapat meningkat akibat cuaca panas, aktivitas industri, serta faktor lingkungan lainnya.

“Karena itu, upaya pencegahan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah daerah juga memperkuat kesiapsiagaan melalui penyediaan sarana dan prasarana pemadam kebakaran,” tegasnya.

“Mobil pemadam kebakaran itu perlu. Menurut kami, ini vital, terutama ketika musim kemarau,” imbuhnya.

Menurut Andi, keberadaan kendaraan pemadam kebakaran tidak hanya penting ketika kebakaran terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan untuk melindungi permukiman dan lingkungan masyarakat.

Di sisi lain, Andi mengapresiasi kondisi Metro dan sekitarnya yang dinilai memiliki sumber daya air serta jaringan irigasi yang relatif baik. Potensi tersebut, menurutnya, perlu dijaga dan dikembangkan guna mendukung ketahanan wilayah.

“Saya mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dengan menanam serta merawat pohon. Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi kebiasaan yang diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga lingkungan, meningkatkan ketahanan wilayah, serta mencegah kebakaran di Kota Metro,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!