Lampung Barat

Evaluasi KLA 2026 Lampung Barat: Komitmen Meningkat, Pembenahan Data Jadi Sorotan

86
×

Evaluasi KLA 2026 Lampung Barat: Komitmen Meningkat, Pembenahan Data Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

 

Lampung Barat, Metrodeadline.com — Evaluasi Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2026 yang berbasis data 2024–2025 menunjukkan adanya semangat baru dari berbagai pihak, meski masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu segera dibenahi.

Dalam proses evaluasi yang berlangsung hingga pukul 04.00 WIB dan dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk pimpinan DPRD, terlihat komitmen kuat untuk memahami serta menerjemahkan isi borang penilaian KLA secara lebih komprehensif.

Dikatakan Guru Besar Universitas Lampung sekaligus pendamping Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., bahwa secara umum, kondisi lingkungan dan budaya Lampung Barat dinilai sudah cukup baik dan mendukung.

Selain itu dirinya juga menilai Penanganan berbagai aspek juga dinilai berjalan, namun masih terdapat kekurangan pada pengelolaan dan ketersediaan data, khususnya data berbasis dokumen dan buku pendukung.

“Inovasi menjadi hal penting yang harus terus didorong. Meski belum seluruhnya terstandarisasi, langkah-langkah yang sudah masuk dalam ranah pemenuhan hak anak tetap perlu diapresiasi, seperti pembiasaan doa dan kegiatan positif lainnya,” ujarnya. Senin (30/3/2026)

Menurutnya catatan utama evaluasi KLA Lampung Barat, perlunya sistem penyimpanan data yang lebih rapi dan terstruktur sesuai format dalam panduan resmi.

“Saya berharap seluruh satuan pendidikan mampu mengelola data berbasis formulir yang seragam agar memudahkan proses verifikasi dan penilaian,” terangnya

Selain itu, kebutuhan akan sumber daya manusia (SDM) terlatih juga menjadi perhatian.

“Peningkatan kapasitas tenaga di lembaga pendidikan, organisasi yang bergerak dalam perlindungan perempuan dan anak, serta forum anak sangat penting. Seluruh pihak terkait diharapkan memiliki sertifikasi untuk memastikan kualitas layanan yang diberikan,” ungkapnya.

“Evaluasi ini juga menyoroti adanya penurunan peringkat dari kategori Madya ke Pratama. menjadi refleksi sekaligus motivasi untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga di seluruh wilayah,” katanya.

Sowiyah menjelaskan, Fokus utama ke depan diarahkan pada penguatan lima klaster KLA, khususnya pada level paling dasar.

“Pendampingan dalam penyusunan dan pengemasan data dukung menjadi kunci agar desa dan kecamatan mampu memenuhi indikator yang telah ditetapkan. Dengan semangat yang telah terbangun, masih terbuka peluang besar untuk meningkatkan capaian pada evaluasi berikutnya,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!