Metro, Metrodeadline.com – Tunjukkan komitmen bersama untuk saling mendukung dan membangun kebersamaan dalam memberi manfaat nyata bagi kemajuan Kota Metro yang sehat, bersih dan makmur. Bagian perekonomian Pemerintah Kota Metro menggelar literasi keuangan dan product matching bagi pengurus bank sampah se-Kota Metro di aula setempat, Kamis (13/11/2025)
Dikatakan Kepala bagian perekonomian mewakili Walikota Metro H. Bambang Iman Santoso, S.Sos., M.Pd.I., bahwa Hal serupa merupakan kegiatan sangat penting dalam upaya Pemerintah Kota Metro memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan sampah.
“Tidak hanya bersih nantinya tapi juga ramah lingkungan tetapi juga berdaya guna secara ekonomi,” ujarnya.
Pihaknya menjelaskan, tujuan utama Literasi keuangan dan product matching bagi pengurus bank sampah se-Kota Metro guna menjaga kebersihan lingkungan supaya tetap bersih juga terdapat nilai ekonomis.
“Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen bersama untuk saling mendukung dan membangun kebersamaan dalam memberi manfaat nyata bagi kemajuan Kota Metro yang sehat, bersih dan makmur,” terangnya.
Dirinya berharap melalui kegiatan serupa seluruh pengurus bank sampah dapat semakin memahami pengelolaan keuangan dengan baik dan transparan.
“Sehingga pengelolaan dana dan hasil dari pengelolaan sampah dapat optimal, berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kelompok dan masyarakat sekitar,” jelasnya.
“Saya mengajak seluruh pengurus untuk terus meningkatkan kapasitas dan komitmen dalam menjalankan tugasnya menjaga kepercayaan masyarakat serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat keberlanjutan program ini,” imbuhnya.
Hal yang sama juga disampaikan, Deputi Direktur pengawasan perilaku pelaku jasa keuangan edukasi dan perlindungan konsumen dan layanan menejemen kantor strategis Otoritas Jasa Keuangan Eti Eliyati, bahwa tugas OJK guna mengatur mengawasi dan melindungi,
“OJK didirikan berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2011 tentang otoritas jasa keuangan yang bertujuan untuk menciptakan industri jasa keuangan yang terpercaya, transparan dan efisien serta memberikan perlindungan maksimal kepada konsumen,” ungkapnya.
Menurutnya, OJK mempunyai tugas yang sangat penting dalam bidang edukasi terkait literasi dan inklusi keuangan.
“Dimana literasi keuangan adalah pengetahuan keterampilan dan keyakinan yang mempengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat,” ungkapnya.
“Sementara itu di inklusi keuangan adalah memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, termasuk mendorong lembaga keuangan untuk menyediakan produk yang terjangkau dan mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat,” tambahnya.
Eti menyampaikan, salah satu program OJK yang bermitra dengan Lembaga pemerintah dan Lembaga jasa keuangan guna meningkatkan akses keuangan daerah, program TPAKD yaitu (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah).
“Merupakan forum koordinasi antar instansi dan stakeholder terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan daerah juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memutuskan masyarakat yang lebih sejahtera,”
Selain itu, TPAKD juga merupakan program pemerintah dalam menyediakan akses keuangan yang seluas-luasnya melalui pengembangan potensi ekonomi daerah.
“Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan tahun 2025 menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat di Indonesia berada di level 66,46% dan indeks inklusi keuangan pada level yang lebih tinggi yaitu 80,51%, jika dilihat berdasarkan kategori pekerjaan maka kelompok pegawai atau profesional dan pengusaha atau wiraswasta mencatatkan tingkat literasi keuangan yang tertinggi yaitu sebesar 74,11 persen dan 73,60%, sedangkan untuk indeks inclusi keuangan pada kelompok ini juga sangat tinggi yaitu 98,15% dan 95,21% dengan data tersebut kita dapat simpulkan bahwa meskipun akses terhadap produk dan layanan keuangan sudah cukup tinggi masih terdapat ruang untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola keuangan,” bebernya.
“Oleh karena itu peningkatan literasi keuangan menjadi prioritas agar masyarakat tidak hanya menggunakan layanan keuangan tapi juga memahaminya dengan baik, kemudian dalam rangka memaksimalkan pencapaian target listerasi dan inklusi keuangan nasional OJK bersama mitra strategisnya terus melakukan berbagai sosialisasi dan edukasi yang menyasar berbagai lapisan masyarakat dengan tujuan utama agar masyarakat memiliki pengetahuan dan keterampilan keuangan yang memadai serta mampu mengambil keputusan dengan bijak, mandiri secara ekonomi dan siap menghadapi resiko keuangan,” pungkasnya. (Aliando)
