Metro, Metrodeadline.com – Tenaga Harian Lepas (THL) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Metro menggelar aksi damai di halaman Pemerintah Kota setempat, selasa (16/9/2025)
Hal tersebut menuntut kejelasan nasib 540 tenaga honorer yang terancam dirumahkan.
Dikatakan perwakilan Tenaga Harian Lepas Kota Metro Raden Yusuf, bahwa pihaknya selama bekerja telah bersikap profesional.
“Walaupun kami di gaji jauh di bawah UMR tapi semuanya kami profesional, nggak ada kami makan gaji buta,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat THL yang diberi SK tahun 2025 namun diberhentikan tidak dengan SK.
“Kita ini kan semuanya berdasarkan aturan hukum dan pembangunan kalau hanya pemberhentian hanya berdasarkan ngobrol-ngobrol itu apa sah, pemerintah daerah hari ini harus bijaklah karena pemerintah daerah sendiri yang mengangkat 91,” tutur honorer yang akrab di sapa bang Yusuf.
Ia menuturkan, bahwa dirinya tidak membahas flashback proses diangkatnya THL karena bukan menjadi tugasnya.
“Janganlah Kepala Daerah hanya karena titipan beberapa anggota DPRD jadi takut, semua itu ada aturannya jangan takut pak wali kota semua mendukung pak wali kalau memang aturannya jelas,” kata bang Yusuf.
Yusuf juga menyampaikan, prihal yang sangat krusial tentang tenaga BLUD RS A Yani.
“Dari 400 THL yang dibayar dengan biaya BLUD itu hanya 111 yang diterima tenaga honorer paruh waktu dan yang ditolak hanya satu yang tidak memenuhi syarat, nah dia ratus sekiannya itu kemana yang tidak masuk pengumuman dari BKPSDM yang menyatakan 540 tidak memenuhi syarat pak wali,” jelasnya.
Sementara itu Walikota Metro Bambang Iman Santoso dalam giat yang sama menyampaikan, bahwa dirinya berjanji dari 540 THL tidak ada yang dirumahkan.
“Sekarang inikan zamannya juga sudah canggih tolong semuanya ini direkam, supaya apa yang kita sampaikan hari ini bisa kita lihat semua dan apa yang disampaikan hari ini bisa disaksikan seluruh orang yang bisa menyaksikan, tuntutan apa hari ini dan kebijakan apa yang saya sampaikan,” pungkasnya. (Aliando)
