Terjun Kesawah, Murid TK Pertiwi Metro Diajarkan Tentang Merdeka Belajar

Metrodeadline.com – Acara pelaksanaan projeck penguatan profil pelajar pancasila (P5) implementasi Kurikulum Merdeka Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi, Kota Metro,  07 Desember 2022.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala TK Pertiwi, di lahan sawah Kauman belakang  SMP N 1 Metro.

Kegiatan projeck P5 merupakan salah satu tahap IKM dengan tujuan memberi penguatan dan pengalama secara sederhana, bermakna bagi anak-anak PAUD dengan pendekatan Literasi dan Numerasi, anak merdeka bermain dan belajar secara kontektual.

“Kegiatan projeck ini adalah hasil kerjasama dari berbagai dinas dan dunia usaha, Pertanian, Petani, Bank Syariah, Polres, dan Dishub. Semua berkolaborasi kerjasama untuk tujuan memberikan pengalaman nyata kepada anak-anak dan khusunya anak-anaknya TK Pertiwi dapat memberikan pendidikan anak dari sejak dini yang berkualitas dan bekal bermakna untuk bekal pendidikan anak berikutnya,”,ujarnya.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Kota Metro M. Supriadi menyampaikan, bahwa kepada keluarga besar TK Pertiwi Metro yang terus melakukan inovasi pendidikan anak usia dini berbasis implementasi kurikulum merdeka.

” Jadi kepala sekolah dan guru sebanyak 32 orang dan guru beserta 135 anak kelompok di TK Pertiwi Metro telah berkolaborasi dengan para stage holder terkait untuk melaksanakan implementasi program pembelajaran,”paparnya.

Lebih lanjut, kata dia pendidikan harus represif inovasi kreatif dan menyenangkan yang mana program pembelajaran ini telah di deklarasikan di masing-masing lembaga PAUD di Kota Metro. “Semoga dapat bermanfaat bagi anak-anak, serta menginspirasi dan mengedukasi,”urainya.

Supriadi kembali merespon isu krisis pangan yang terjadi di seluruh belahan dunia, permasalahannya yaitu kekurangan beras sebagai bahan makanan pokok sebagai orang Indonesia. Kenapa bidang perekonomian menyebutkan bahwa jumlah orang yang rangsangan meningkat sebanyak 2 kali lipat hanya dalam jangka waktu 2 tahun. 

“Hal ini tentu membuat kita merasa miris melihat banyak penyebab terjadinya krisis pangan. Salah satu hal yang menjadi penyebab kurang maksimalnya produktivitas pangan adalah minimnya pengelola lahan pertanian yang ada di sekitar kita,”paparnya.

Kegiatan ini sangatlah relevan untuk melaksanakan terutama oleh anak-anak TK Pertiwi Metro, sebagai langkah untuk menyiapkan putra-putrinya menjadi generasi tangguh cinta lingkungan, sehingga kelak anak dapat mewujudkan generasi emas Metro Cemerlang. 

“Dalam rangka menciptakan generasi unggul Indonesia, kita harus mendukung inisiatif dan peran pendidikan dalam meningkatkan budaya cinta lingkungan dan cinta menanam kepada anak usia dini ini melalui pembiasaan di rumah, dengan berkolaborasi yang kuat Insyaallah ke depan kita dapat membangun generasi masa depan yang lebih baik,”pungkasnya. (Enggal)

You might also like

error: Content is protected !!