APA KABAR SEPAK BOLA METRO

Gegara Pemain dan Official Serang Wasit Akhirnya Cabor Sepakbola Kubur Impian Raih Juara Pada Proprov IX Lampung 2022

foto net ilustrasi

Ditengah Pemerintah Pusat dan PSSI memperbaiki image positif tentang persepakbolaan di tanah air, pasca tragedi di Stadion Kanjuruhan, pada 1 Oktober 2022 lalu yang mengakibatkan ratusan suporter meninggal dunia. 

Kini wajah dunia sepak bola di Provinsi Lampung di coret gegara kericuhan antara pemain dan official pada Laga Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Lampung ke IX tahun 2022 cabang sepakbola di Stadion Sumpah Pemuda, PKOR, Way Halim, Bandar Lampung, Sabtu (3/12/2022).

Kericuhan terjadi saat laga antara Metro melawan Lampung Tengah. Kericuhan terjadi saat pertandingan babak kedua, dimana saat itu skor masih imbang 1-1. Kericuhan diakibatkan karena adanya ketidakpuasan salah satu tim, atas putusan wasit yang memimpin pertandingan.  Kemudian salah satu pemain Metro tiba-tiba menyerang wasit, setelah itu pemain lainnya juga ikut menyerang dua asisten wasit. Atas kejadian itu, pertandingan kemudian dihentikan dan tidak dilanjutkan kembali.

Kericuhan tidak sampai disitu saja, pemain dan official metro sempat melayangkan pukulan terhadap beberapa orang termasuk match commisioner. Hingga terlihat kericuhan melebar ke beberapa orang lainnya yang tidak diketahui.

Usai kejadian itu, Ketua Asprov PSSI Lampung, Edy Syamsu meminta para tim untuk menjaga keamanan. Nantinya, PSSI Lampung bersama panitia, meminta agar semua tim official juga bisa saling menenangkan para pemainnya, bukan saling membakar emosi pemain. “Kami minta para tim untuk membuat kesepakatan berani tidak menjaga keamanan. Saat pertemuan teknikal itu juga sebenarnya sudah disepakati, lalu diputuskan tanpa penonton, makanya diizinkan kepolisian,” kata Edy Syamsu.

Namun pada kenyataannya, mereka ada yang membawa pendukung dengan alat musiknya. Untuk selanjutnya tidak ada toleransi dan pertandingan digelar tanpa penonton.

“Untuk kelanjutan pertandingan berikutnya masih jalan, karena itu insiden kecil namun bisa menimbulkan kerugian. Tapi yang jelas, berikutnya tidak ada penonton selain pengurus Askab dan perwakilan kontingen,” ujar Eddy Syamsu.

Disinggung terkait sanksi yang bakal diberlakukan bagi tim yang terlibat kericuhan, PSSI Lampung belum bisa berkomentar. Sebab itu nanti kewenangannya ada pada panitia disiplin, yang mencatat semua kejadian, lalu dilaporkan ke Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, untuk disidangkan.

Salah satu saksi yang enggan disebutkan namanya mengaku kronologis awal kejadian saat terjadi protes pemain ke wasit. Hingga terdengar umpatan kasar dari pemain ke wasit.

“Tadinya ada pemain protes usai pelanggaran, terus ada pemain (Metro) yang ngomong kasar ke wasit. Nggak tahu kenapa tiba-tiba rusuh lah mereka ini,” jelas saksi tersebut.

Asskot PSSI Metro Harus Berbenah Terkait Manager dan Pelatih

Insiden pemukulan wasit officiel dan pemain dari Metro dalam ajang Proprov ke IX Lampung cabor sepakbola Tahun 2022 di Stadion Pkor Way Halim Bandar Lampung sulit di lupakan oleh insan penggemar sepakbola Lampung bahkan masyarakat Metro sendiri.

Kita semua sebagai warga Bumi Sai Wawai merasa malu dengan insiden tersebut, karena dalam sepakbola harapanya akan menjadi pemersatu anak bangsa, bukan sebaliknya menjadi sebuah provokasi pemecah belah.

Selama ini Metro tidak pernah ada kejadian, jika ada itu sebatas protes biasa tidak anarkis dan membabi buta, bahkan Kota Metro sendiri pernah menjadi Ruuner Up dalam Liga 3 Provinsi Lampung tahun lalu dan pernah bertengger di tingkat Nasional sebagai Juara 3 Nasional Piala Soeratin U-15 tahun 2019 di Blitar Jawa Timur di bawah kepemimpinan, Ketua PSSI Kota Metro Tri Hendrianto.

Ditempat terpisah, awak media menemui Bambang Setyadi mantan kepala pelatih Persikomet yang pernah menyabet juara 1 Piala Soeratin U15 Provinsi Lampung 2018 dan Juara 3 Nasional 2019 mengatakan, ada sebuah harapan yang besar sepakbola Metro dapat mengukir kembali prestasi di tingkat Provinsi Lampung dan Nasional.

“Metro banyak pemain-pemain yang mempunyai talent yang bagus yang siap bersaing, saat ini ada pemain dari Kresna FC Metro yaitu Agung Anka yang dipanggil untuk memperkuat Tim Nasional Pelajar,”ungkpanya, disela-sela aktivitasnya, Selasa 6 Desember 2022.

Disisi lain, kata Bambang selaku Exco Pembinaan Usia Muda Asprov PSSI Lampung juga mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas insiden yang terjadi pada pertandingan antara Kota Metro deng Lampung Tengah, semoga hal itu tidak akan terjadi lagi dimasa yang akan datang.

Sementara itu, Sekretaris KONI Metro, Arif Budi Sulistyo, mengatakan pihaknya tetap mengikuti aturan yang berlaku terkait kericuhan tersebut.

 “Kami mendapatkan sanksi disiplin. Jadi, apa yang menjadi keputusan itu adalah fakta di lapangan,” katanya.

Dia menyebut pada insiden tersebut pihaknya sedang tidak ada di lokasi. “Laporan sudah masuk, menurut teman-teman di lapangan, wasitnya itu berat sebelah. Itu membuat para pemain terpancing dan terprovokasi lalu berbuat keras terhadap wasit,” ujarnya. 

Dia berharap ke depan seluruh cabang olahraga untuk tidak mudah terpancing, meskipun dalam pertandingan sering terjadi kericuhan. 

“Di sini konteksnya adalah sportivitas, meskipun karena ulah wasit. Kita semua ini pembinaan dan akan selalu memperbaiki skema dan aturan yang berlaku,”tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Askot PSSI Metro, Lystiawan, mengatakan sangat syok dan prihatin dengan kericuhan di sepak bola Porprov yang melibatkan timnya. 

“Saya kaget dan prihatin atas kejadian itu. Seharusnya pemain, ofisial, dan penonton bisa menahan diri dan tidak terpancing emosi. Saya mewakili pengurus Askot Metro mohon maaf atas kejadian itu dan ke depan kejadian itu tidak terulang lagi,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi, Penasehat Asskot PSSI Kota Metro, Qomaru Zaman menyebut permasalahan kericuhan ini sudah selesai dan tidak perlu di besar-besarkan.

“Sudah saya tegur pengurus Asskot PSSI Metro agar dievaluasi lagi, sehingga kejadian ini tidak terulang kembali,”singkatnya. 

You might also like

error: Content is protected !!