Bapak Saji, Penderita Gagal Ginjal Berbagi Pengalaman Menjadi Peserta JKN

Saji (57 Tahun) terlihat sangat antusias ketika mengikuti kegiatan Loka Karya yang diselenggarakan oleh Puskesmas Sidomulyo Kabupaten Mesuji, Senin (29/08). Siapa sangka Bapak yang berprofesi sebagai pengawas sekolah dan terlihat bersemangat ini telah mendapatkan perawatan cuci darah selama satu tahun terakhir karena menderita gagal ginjal.

Saji membagikan ceritanya kepada peserta Loka Karya bahwa menjadi peserta JKN adalah berkah yang sangat besar bagi dirinya. Bagaimana tidak, selama Bapak Saji menjalani pengobatan dari rawat inap, rawat jalan untuk melakukan cuci darah, termasuk cimino yang terpasang di lengan Saji semua dijamin oleh BPJS Kesehatan.

“Semula saya merasa stres ketika terdiagnosa gagal ginjal, namun setelah mendapatkan pelayanan menjadi peserta JKN saya merasakan manfaat yang sangat luar biasa sejak rawat inap sebanyak empat kali keluar masuk rumah sakit sampai masa pemulihan sekarang,” terangnya.

Terhitung sejak awal Juli tahun 2021 Saji rutin melakukan cuci darah yang awalnya setiap minggu, hingga kini keadaan kesehatannya terus membaik sehingga hanya melakukan cuci darah sekali sebulan. Hal ini karena dirinya selalu taat terhadap jadwal cuci darah yang disampaikan oleh dokter dan menjalankan pola hidup sehat dengan cara makan makanan yang dianjurkan oleh dokter, istirahat cukup, berolahraga dan menghindari stres.

Saji berpesan agar seluruh masyarakat sesegera mungkin mendaftarkan diri dan keluarga menjadi peserta JKN, karena beliau telah merasakan langsung manfaat menjadi peserta JKN, dimana menjadi peserta JKN adalah bentuk kepedulian dan rasa gotong royong kita kepada sesama, terutama kepada masyarakat yang sedang jatuh sakit seperti dirinya.

“Jika saja tidak ada Program JKN, mungkin rumah dan harta saya yang lain sudah habis terjual untuk berobat. Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang sudah terdaftar sebagai peserta JKN dan membayarkan iuran namun belum pernah memanfaatkannya, saya merasakan manfaat iuran dan nilai-nilai kegotongroyongan itu,” tutupnya

You might also like

error: Content is protected !!