
METRO – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Metro, Ancilla Hernani, SE., SPsi,M.Pd menyebut untuk mensukseskan program Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2022 di Bumi Sai Wawai, butuh peran serta semua unsur lapisan masyarakat.
“Eksekutif dan legislatif tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya dukungan dari semua unsur, untuk mendukung terwujudnya program Kota Metro sebagai Kota Layak Anak,”ungkap Ancilla, Sabtu (16/04/2022).
Terkait Perda, kata Ancilla Kota Metro sudah mempunyai payung dasar hukum Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang penyelenggaraan Kota Layak Anak. Kemudian setelah Perda ditetapkan Peraturan Walikota Metro Nomor 32 Tahun 2019 tentang tata laksana Perda Nomor 03 Tahun 2019.
“Jadi pada tahun 2021 sudah dianggarkannya sebesar Rp. 137 juta berhubungan dengan pemenuhan hak -hak anak (PHA), lalu pada tahun 2022 diangarkan kurang lebih sebesar Rp. 160 juta yang sudah dialokasikan,”jelasnya.
Bicara masalah anggaran. Politisi dari PDI Perjuangan ini kembali menegaskan dengan dana sekian Pemerintah mempunyai target akan melakukan peningkatan status dari tingkat Pratama menuju ke Nindya.
“Ya secara keseluruhan boleh di katakan. Apakah memang kondisinya sudah siap, lalu bagaimana melibatkan OPD-OPD lainya, karna tidak mungkin ini cuma menjadi tanggungjawab Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana saja. Tapi KLA ini tangungjawab kita bersama,”tuturnya.
Selain itu, lanjut dia anak-anak yang menjadi pengamen di jalan-jalan harus diselidiki oleh dinas terkait. Cek kebenaran identitas anak tersebut, apakah anak dari Kota Metro atau anak dari luar Kota.
” Dari ketentuan sebenarnya ini yang seharusnya kita diskusikan bersama sama. Dan perlu di selidiki juga, apakah itu warga dari Kota Metro atau warga dari luar kabupaten daerah lain yang datang ke Kota Metro. Apakah poin-poin ini nanti di perhitungkan di dalam penetapan. Kita bicara secara regulasi dan kita harus cermat,”paparnya.
Sambungnya, bila di lihat dari sudut pandang legislatif bicara kesiapan masih banyak yang harus di benahi. Belum semua OPD-OPD menyiapkan fasilitas ramah anak.
“Ya kalau bicara pengamen yang usianya masih anak-anak, presentase yang berkeliaran berapa banyak. Kalau ingin bicara bersih sekali, ya sekarang ini menurut saya malah semakin hari semakin lebih banyak anak anak berkeliaran meminta minta di daerah dan lokasi tertentu,”paparnya.
Bicara putus sekolah, kata Ancilla sekarang ini PR pemerintah adalah untuk membangkitkan motivasi belajar. Karna selama pandemi ini semangat belajar anak anak mulai menurun dengan pembelajaran secara online. Dan ini butuh usaha bersama untuk memulihkan.
“Jadi soal KLA ini harus ada komitmen kita bersama agar bisa mencapai target Kota Metro meraih predikat KLA tingkat Nindya. Saya berharap semua ikut andil mensukseskan program pemerintah ini, saling koordinasi dan sinkronisasi yang baik agar bisa terwujud,”ujarnya.
“Saya dan kawan-kawan DPRD tentu berharap Metro menjadi cerminan Kota Ramah Anak. Tidak ada lagi anak anak yang mengalami kekerasan bully, dan lain lain. Termasuk kegiatan-kegiatan yang dilakukan level pendidikan, dan hak anak -anak bisa terpenuhi meskipun tidak 100 persen dan harus di jaga bersama dan anak generasi emas. Bisa tumbuh dan berkembang menjadi aset Kota Metro, tentu bisa menjadi pemimpin kedepannya,”tandasnya.(*)
