Realisasi Pembangunan Destinasi Pariwisata Dinantikan Stakholder Penyangga Hutan TNWK

 

Exas Yulianto Sekretaris Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur.

Lampung Timur, Realisasi pembangunan pengembangan kepariwisataan disekitar penyangga Hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) sangat dinantikan oleh segenap stakholder Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur.

Aris Munandar Kepala Dusun 004 Pedukuhan Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur

Rencana pembangunan pengembangan Destinasi Pariwisata tersebut telah dibahas bahkan tanah lahan untuk lokasi Destinasi Pariwisata berpusat di Dusun 004 Pedukuhan Desa Tegal Yoso telah disurvei pada, 17 September 2021 lalu.

Ahmad Yani Kepala Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur bersama tim survei lokasi Destinasi Pariwisata

Pemerintah Desa Tegal Yoso telah membentuk tim terdiri dari Dinas PMDT (Programmatic Management of Drug Resistant Tuberculosis) Propinsi Lampung, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Lampung Timur dan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWP) Bandar Lampung.

Alim warga Dusun Pedukuhan Desa Taman Fajar Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur

“Terkait rencana Destinasi Pariwisata di sekitar hutan TNWK, khususnya di Desa Tegal Yoso memang pada tahun 2021, benar kami telah membentuk tim yang terdiri salah satu dari Dinas PMDT Propinsi Lampung, Dinas PMD Lampung Timur dan ditambah YKWS lembaga yang menangani dampak negatif antara gajah dan manusia,” terang Exas Yulianto Sekretaris Desa Tegal Yoso kepada metrodeadline diruang kerjanya pada Rabu, 2 Februari 2022 pukul 13.00 WIB.

Program tersebut disertai harapan agar dapat mengantisipasi adanya satwa liar seperti kawanan gajah dari hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) Kabupaten Lampung Timur tidak masuk ke lahan pertanian maupun permukiman penduduk setempat.

Dewi warga Dusun Pedukuhan Desa Taman Endah Kecamatan Purbolinggo Kabupaten Lampung Timur

“Dengan kita masukkan ketika itu ada pembangunan Destinasi Pariwisata itu, memang kita berharap gajah-gajah liar itu tidak memasuki wilayah Desa,” kata Exas panggilan keseharian Exas Yulianto.

Akan tetapi, tindaklanjut rencana pembangunan tersebut sampai dengan sekarang belum ada kepastian, karena berkemungkinan berkaitan dengan anggaran yang nilainya lumayan besar.

“Tetapi kelanjutannya sampai hari memang belum ada endingnya, karena terbentur dengan persiapan dana yang memang tidak sedikit,” imbuh Sekdes Tegal Yoso itu.

Sebenarnya, kehendak masyarakat dan Pemerintah Desa Tegal Yoso terkait dengan perihal tersebut memang telah direncanakan sejak tahun 2020.

“Cuma secara keinginan masyarakat dan Pemerintah Desa Tegal Yoso sudah merencanakan sejak tahun 2020, kita memang melirik kearah Destinasi Pariwisata, itu mungkin harus ada pihak yang menjembatani bagaimana untuk menjadi proyek Nasional,” jelasnya.

Sebenarnya, pihaknya juga benar-benar berharap kepada pihak-pihak terkait untuk dapat mendanai program yang direncanakan dapat direalisasikan bahkan menjadi skala prioritas sesuai dengan letak geografisnya berbatasan dengan hutan TNWK Lampung Timur.

“Kami sebenarnya benar-benar berharap kepada pihak-pihak terkait agar bisa mendanai program yang direncanakan. Untuk terselenggaranya kegiatan Desa Wisata khususnya di Desa Tegal Yoso bisa diprioritaskan. Memang, secara geografis itu sangat mendukung karena berbatasan dengan TNWK.”

Sehubungan dengan itu, disaat musim penghujan dipastikan mengalami banjir luapan air sungai Way Pegadungan Sukadana. Sebagai konsep dasar akan merubah agar memiliki daya tarik.

“Terkait dengan geografisnya, karena di situ kalau musim hujan memang sering banjir. Maka konsep dasar kita akan mengubah itu akan menjadi suatu daya tarik tetapi basicnya adalah basic air.”

Justru adanya luapan air sungai dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk dijadikan objek wisata, dilengkapi sarana layaknya sebuah wisata air.

“Jadi, ketika air itu meluap, nah, justru itu kita manfaatkan bagaimana air itu tidak terbuang dan kita manfaatkan menjadi objek wisata. Misalnya wisata perahu, wisata sejenis permainan air, artinya yang memang basicnya benar-benar air karena kalau basicnya itu daratan, suatu saat pasti kebanjiran.”

Sesuai dengan basicnya, nantinya bagi pihak vendor dapat membuat bangunan sejenis danau, disaat Masyarakat petani membutuhkan air dapa disuplai.

“Kalau basicnya air itukan nantinya bagi pihak-pihak penyandang modal atau vendor yang mau menggarap itu yang jelas kita buat seperti danau. Disisi lain, nanti ketika Masyarakat memerlukan air untuk tanaman bisa disuplai dari situ.”

Sepanjang dapat meningkatkan nilai perekonomian, masyarakat menyediakan lahan pertaniannya menjadi lokasi pembangunan pengembangan kepariwisataan.

“Kalau masalah kesediaan, komitmen Masyarakat pada prinsipnya semua yang bisa menghasilkan, misalnya Pertanian menghasilkan, kalau itu Pertanian menjadi wisata yang penting menghasilkan, itu kalau Masyarakat, ini prinsipnya Masyarakat seperti itu.”

Luas tanah yang akan dijadikan lokasi Destinasi Pariwisata mencapai 10 hektar disepanjang aliran sungai Way Pegadungan Sukadana. Ketika musim hujan terjadi banjir, disaat kemarau kawanan gajah merangsek ke lahan yang Masyarakat.

“Kemudian luas tanah disana ada sekitar 10 hektar yang memang bisa digarap untuk jadi wisata disepanjang aliran sungai. Dan memang kalau musim hujan itu kebanjiran, ketika tidak musim hujan ada gajah yang masuk,” tutupnya.

Kepala Dusun (Kadus) 004 Desa Tegal Yoso Kecamatan Purbolinggo, Aris Munandar membenarkan apa yang dikatakan oleh Sekretaris Desa Tegal Yoso, akan tetapi sampai dengan sekarang belum ada tindaklanjutnya.

“Mengenai Wisata seperti apa yang dikatakan pak Sekdes itu memang benar rencana Wisata itu, cuman nyampek sekarang tindaklanjutnya belum ada mau seperti apa gitu,” tutur Aris Munandar.

Tanah yang rencananya akan dijadikan lahan untuk lokasi Destinasi Pariwisata tidak berada tepat ditepi aliran sungai Way Pegadungan Sukadana.

“Tapi apa yang dimaksud pinggiran aliran sungai, itu bukan (tepat) pinggir pas bukan (ditepi sungai), (lokasi wisata) itu tetap tanah warga,” kata Kadus 004 itu.

Kadus 004 Desa Tegal Yoso tersebut mengiyakan sekitar 5 orang masyarakat menyiapkan tanahnya untuk dijadikan lahan lokasi Destinasi Pariwisata.

“Iya, sekitar 4 sampai 5 KK yang bakal kena untuk lokasi (Wisata) itu, tapi kalau (lahan disekitar) kanan kirinya, atasnya banyak masih,” pungkasnya.

Menurut Alim warga Dusun Pedukuhan Taman Fajar salah satu penyangga, ia setuju sekaligus berharap apabila ingin wilayahnya menjadi maju hendaknya pembangunan segera direalisasikan.

“Saya setuju saja, harapannya kalau memang mau dibuat wisata biar bisa maju, maunya cepat dibangun,” ujar Alim saat akan beranjak pulang usai melatih kedua anaknya berenang digenangan luapan air sungai Way Pegadungan Sukadana dibagian hulu Desa Tegal Yoso.

Seorang ibu rumah tangga warga Dusun Pedukuhan Desa Taman Endah Kec. Purbolinggo, Dewi mengeluh, teras rumahnya tergenang air setinggi 40 centimeter dampak luapan sungai Way Pegadungan Sukadana berjarak sekitar 150 meter dari rumahnya.

“Banjir sampai sini pak tahun kemarin, sampai pintu teras rumah, kalau rumah tetangga tinggi airnya sepinggang, kan itu udah sungai

 

Terdapat 3 orang masyarakat warga Dusun Pedukuhan Desa Tegal Yoso yang telah menjadi korban akibat keganasan kawanan gajah liar dari hutan TNWK.

Sementara seorang pemuda warga Dusun Pedukuhan Desa Taman Fajar Kecamatan setempat selamat dari amukan gajah liar.

Hanya kepalanya saja yang ditendang gajah liar karena berpura-pura meninggal saat tergeletak ketika terjebak gajah liar hingga tak dapat melarikan diri.
(Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!