Aliran Sungai Batang Bungo Diduga Ditambang Secara Ilegal

Metrodeadline.com – Aliran sungai Batang Bungo kaya dengan hasil alam dan ini dimanfaatkan oleh tambang ilegal. Masyarakat namun dalam pemanfaatan tidak memiliki izin sehingga merusak lingkungan dan kelestarian alam.

Awak media mencoba untuk menelusuri aktifitas yang merusak tatanan (bantaran sungai yang menyalahi aturan dan peraturan UU MINERBA Undang-undang No 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), Peraturan Pemerintah (PP) PP No 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara. salah satunya pelaku usaha lopon pasir atau galian c selasa 21 september 2021 pukul 15.00 wib,

Wartawan metrodeadline melakukan investigasi dengan salah satu pelaku usaha Lopon Pasir Ilegal “H.R” yang berdomisili di Desa Sungai Arang, Kecamatan Bungodani Kabupaten Bungo.

Saat di komfirmasi ini pengakuan dari “H.R” aktifitas lopon pasir yang menggunakan alat berat itu adalah atas nama desa sungai arang untuk kepentingan membangun menara masjid dan sudah izin dengan Polres Bungo.

Tim media segera melakukan konfirmasi dengan kepala desa (datuk rio) sungai arang Syaidina Umar pada hari yang sama dan beliau (kades) membenarkan adanya kegiatan galian C dilingkungan Desa/Dusun Sungai Arang, namun sepengetahuan beliau “tidak ada kegiatan galian C tersebut mengatasnamakan Desa/Dusun akan tetapi memang di Desa ini ada kegiatan pembangunan Menara Masjid,kalaupun atas nama Desa/Dusun sudah pasti ada legal standing nya melalui rekomendasi dari Pemerintah Desa dan kegiatan lopon pasir di batang bungo Dusun Sungai Arang yang menggunakan Excavator setahu saya blm ada koordinasi dengan Pemerintahan DUSUN/ Desa bahkan saya tidak pernah di beritahu oleh mereka pelaku usaha lopon pasir tersebut.

“Saya sangat menyayangkan mereka melakukan penambangan seperti itu dan nanti kami akan mencoba memanggil atau melakukan Mediasi melalui Musyawarah bersama Pemerintahan Dusa lainnya,” ucapnya.

Alat berat tersebut diduga milik mantan Kepala Desa Sungai Arang inisial A.H, Akibat dari aktifitas galian c ini warna sungai menjadi keruh dan tidak dapat di gunakan oleh Masyarakat dan beberapa warga setempat meminta supaya pihak dinas terkait Dinas Lingkungan Hidup dan APH segera menghentikan kegiatan ini karena usaha galian c tersebut belum mengantongi Legalitas galian C dari dinas terkait

Pakta di lapangan itu bukan galian c saya yang beroprasi malahan terlihat berapat dompeng beroperasi di bantaran sungai batang bungo.(Abun)

You might also like

error: Content is protected !!