
Kontestasi pemilihan umum (Pemilu) Walikota dan Wakil Walikota Metro, pada 9 Desember 2020. Nampaknya semakin seru dan layak dikupas lebih jauh agar masyarakat tidak salah mementukan pilihanya mencari sosok pemimpin yang amanah lama tahun kedepan untuk menentukan arah kemajuan Kota Metro 2021-2026 mendatang.
Ada empat pasangan calon (Paslon) Bakal Walikota dan Wakil Walikota Metro yang sudah mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro.
Pendaftar pertama adalah dr. Wahdi, Sp.OG -Drs. Qomaru Zaman, M.A. dari jalur perseorangan dengan jumlah dukungan sebanyak 11.491 tersebar di 5 kecamatan se Kota Metro. Pendatar kedua disusul Hj. Anna Morinda, S.E., M.M – Dr. Eng. H. Fritz Akhmad Nuzir, M.A. diusung dua partai politik yakni PDI Perjuangan dan Partai Demokrat dengan akumulasi jumlah 8 kursi.
Kemudian pendaftar ketiga adalah Hi. Ahmad Mufti Salim, Lc., M.A. -Drs. Hi. R. Saleh Chandra Pahlawan, M.M. di usung dua partai politik yakni PKS dan Partai NasDem dengan akumulasi jumlah 7 kursi. Pendaftar keempat adalah Ampian Bustami -Rudy Santoso diusung tiga partai politik yakni partai Golkar, PKB, dan PAN dengan akumulasi jumlah 10 kursi.
ADU STRATEG!, TEBAR JANJ! POL!T!K, REBUT SUARA TERBANYAK
Ketua KPU Kota Metro, Nurris Sapta Pratama, M.Pd mengatakan, bahwa empat paslon Balon Walikota dan Wakil Walikota Metro akan merebutkan suara rakyat pada Pilkada Metro.
KPU mulai melaksanakan rapat pleno terbuka penyampaian hasil verifikasi dan penelitian persyaratan pencalonan dan syarat calon dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Metro Tahun 2020.
“Data terupdate ada 115.425 DPS (Daftar Pemilihan Sementara) dengan cakupan 310 TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang tersebar di 22 kelurahan 5 Kecamatan se-Kota Metro,”ujarnya. (*)
