
Metrodeadline.com – Sebagai salah satu upaya untuk menyukseskan Program JKN-KIS, BPJS Kesehatan terus mengedukasi serta mengevaluasi kinerja mitra BPJS Kesehatan, yaitu Kader JKN-KIS.
Bertempat di Lampung Tengah, kegiatan evaluasi yang dilakukan oleh BPJS kesehatan cabang metro ini dihadiri oleh seluruh Kader JKN wilayah Kabupaten Lampung tengah, Senin (24/08).
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Metro Sudiyanti mengatakan bahwa di tengah situasi pandemi Covid-19, seluruh Kader JKN untuk tetap mengoptimalkan peran mereka masing-masing utnuk memberikan edukasi dan mengingatkan peserta JKN-KIS untuk rutin melakukan pembayaran. Meski begitu, Sudiyanti tetap menenkankan bahwa selruuh Kader JKN tetap harus memprioritaskan diri mereka untuk selalu menerapkan protokol kesehatan agar terjaga dari penyebaran virus.
“Mohon setiap Kader JKN tetap jaga diri dan kesehatan mengingat saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19. Jangan lupa untuk tetap memberikan sosialisasi dan edukasi kepada peserta JKN-KIS. Jika memilih untuk datang langsung utamakan protokol Covid-19 seperti menggunakan masker, jaga jarak dan menyiapkan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau bisa juga menggunakan saluran telepon, sms dan whatsapp untuk mengedukasi dan mengingatkan peserta,” saran Sudiyanti.
Sudiyanti juga menyampaikan bahwa saat ini di Program JKN-KIS sedang ada program Super Praktis tahap dua. Program ini dapat dimanfaatkan peserta JKN-KIS untuk melakukan perubahan kelas yang diikuti sesuai kemampuan peserta JKN-KIS.
“Dalam masa Covid-19 ini, BPJS Kesehatan memberikan kelonggaran yang bisa disampaikan kepada peserta JKN-KIS yaitu adanya program Super Praktis di mana peserta JKN-KIS tidak harus menunggu satu tahun untuk dapat menurunkan kelasnya sesuai kemampuan,” tambah Sudiyanti.
Ahmad Syarifudin (36) yang merupakan salah satu Kader JKN yang bertugas di wilayah Kabupaten Lampung tengah menjelaskan bahwa dari seluruh warga binaannya yang ia datangi, ia selalu menemukan kendala yang sama, yaitu kesulitan untuk membayariuran.
Menurutnya, mereka yang saat ini terkena dampak pandemi covid-19, mengalami kebingungan karena tidak memiliki penghasilan yang tetap. Ahmad mengaku tidak sedikit dari warga binaannya saat ini telah dirumahkan oleh perusahaan mereka akibat adanya virus corona.
“Hambatan utama kami dilapangan yang paling sering kami temui adalah peserta JKN-KIS yang bekerja pada sektor usaha kecil mengalami kesulitan membayar karena tidak memiliki penghasilan tetap. Tetapi ada juga yang sebenarnya sadar akan pentingnya membayar iuran karena secara tidak langsung sangat menolong orang lain,” tutup Ahmad. (FR/be)
