Kades Tindaklanjuti Aspirasi Warganya Terkait Jalan Rusak di Talang Bojong

Metrodeadline.com, Lampung Utara – Kepala Desa Talang Bojong, Habibie menerima keluhan dan usulan warga mengenai rusak. Parahnya jalan utama yang ada di Dusun Talang Waras dengan menerima berita acara musyawarah dusun yang dilaksanakan pada Rabu 17 Juni 2020.

Berita acara tersebut diserahkan oleh Kepala Dusun (Kadus) Talang Waras, Irawan didampingi oleh Tokoh Masyarakat, jajaran Ketua RT, dan Tokoh Pemuda, Suherman. S.Pd.I pukul 19.00 waktu setempat, Jumat (19/08/2020).

Dalam berita acara, salah satu poin pentingnya adalah dengan meminta untuk mengalokasikan Dana Desa tahun anggaran 2021 untuk perbaikan jalan tersebut sebagai salah satu bagian dari perencanaan pembangunan.

“Warga sangat menginginkan perbaikan jalan itu, apalagi disaat hujan seperti sekarang ini, dapat membahayakan pengguna yang melintasinya,” kata Irawan.

Kemudian, Habibie menanggapi keluhan dan usulan terkait masalah tersebut dengan merencanakan muyawarah desa sebagai tindak lanjut dari musyawarah dusun.

Kemudian akan dibahas dalam musyawarah Rencana Pembangunan tingkat Desa (Musrenbang Des) tahun 2020 untuk perencanaan pembangunan 2021.

”Jika disetujui bersama melalui forum rapat, urusan jalan ini bisa direalisasikan pada tahun 2021,” ujarnya.

Habibie juga menjelaskan bahwa sebelum Musyawarah Desa dan Musrenbang tingkat Desa nantinya, aparat desa akan membuat surat permohonan kepada PLT. Bupati Lampung Utara dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk merekomendasikan penggunaan Dana Desa tahun 2021 untuk pembangunan jalan kabupaten tersebut.

“Mudah mudahan dapat di realisasikan mengingat keadaan jalan yang begitu rusak parah, semoga pemerintah kabupaten dapat mengizinkan kompensasi penggunaan Dana Desa tersebut,”papar Kepala Desa Talang Bojong.

Suherman, S.Pd.I, Wakil Ketua DPD PGK Lampura.

Sementara Suherman, S.Pd.I sebagai tokoh pemuda yang juga Wakil Ketua DPD PGK Lampura sangat mengharapkan pembangunan jalan tersebut dapat segera direalisasikan karena sudah hampir 12 tahun belum ada perhatian dari Pemerintah Kabupaten.

“Kami sangat membutuhkan akses jalan yang layak mengingat jalan tersebut merupakan jalan poros bagi kami,”pungkasnya. (AW)

You might also like

error: Content is protected !!