Pelayanan Administrasi Gratis, Kakam Wonosari Bantah Pungut Uang Dari Dana BLT

Lampung Tengah – Kepala Kampung Wonosari Kecamatan Gunung Sugih Sukadi bantah menarik upeti sebesar Rp 100 ribu dari penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dianggarkan dari Dana Desa (DD)

Sukadi mengatakan beredar berita di salah satu media online yang menyebut dirinya melakukan penarikan uang sebesar Rp 100 ribu dari penerima bantuan BLT yang bersumber dari DD.”Itu tidak benar (pungut upeti) fitnah,”kata Sujadi Kamis 14 Mei 2020.

Sukadi meluruskan dana Rp 100 ribu yang disebutkan ditarik oleh ketua RT setempat kepada 30 Kepala Keluarga (KK) penerima BLT itu tidak benar adanya.

Dana itu kata dia sedianya akan dipergunakan untuk membuka rekening di Bank BRI sebagai salah satu syarat penerima BLT.”Jadi setelah kita rapat, (RT-Kadus) ada informasi dari salah satu guru ngaji yang menerima bantuan, bahwa untuk membuka rekening dikenakan biaya Rp 100 ribu,”terangnya

Selanjutnya kata Sukadi ia memerintahkan RT untuk melakukan pendataan kepada para penerima bantuan tersebut.”Jadi karena senangnya warga di Dusun IV justru menitipkan dana tersebut untuk membuka rekening,”katanya

Namun dana itu akhirnya dikembalikan lagi kepada para penerima BLT. Karena pihaknya mendapat informasi bahwa membuka rekening tidak dibebankan biaya.”Sudah dikembalikan, jadi tidak ada kata memungut. Masyarakat yang menerima ini seneng dan menitipkan untuk membuat rekening. Karena informasi dari guru ngaji buka rekening dikenakan biaya 100 ribu,”paparnya

Lanjutnya, selain diberitakan melakukan pemungutan dari BLT, Sukadi juga mengaku dipersoalkan soal biaya petugas jaga posko Covid-19 yang diberi honor Rp 25 ribu. Dana itu kata dia ditetapkan sesuai dengan APBK.”Dan itu disetujui oleh PMK. Jadi memang honor untuk penjaga posko disetiap kampung beda-beda,”jelasnya.

Selain itu ungkpanya ia juga diberitakan tebang pilih dalam menentukan warga yang mendapat BLT.”Sejauh ini tidak ada komplain sama sekali terkait hal tersebut. Kita sudah sesuai dengan prosesnya pendataan dari RT, dan selanjutnya ke Kadus,”akunya.

Tidak hanya sampai disitu, Sukadi juga disebutkan melakukan pungli dalam hal administrasi membuat KK-KTP,”Pelayanan adminstrasi di Kampung ini (Wonosari) gratis tidak ada pemungutan biaya sepeser rupiah pun,”tegasnya

Menurut Sukadi, akibat pemberitaan tersebut warga di kampungnya kini menjadi resah. Ia juga menyebut berita tersebut dianggap sebagai pembunuhan karakter dirinya sebagai kepala kampung.”Masyarakat saya resah dan ini pembunuhan karakter namanya, tidak menutup kemungkinan persoalan ini akan saya bawa keranah hukum,” pungkasnya. (red)

You might also like

error: Content is protected !!