Terkait Bantuan Tempe KPM Sinarrejo Dapat Ganti Tempe Baru

Lampung Tengah – Mencuatnya kabar adanya tempe yang diduga busuk, yang merupakan program bantuan sosial atau yang lebih dikenal dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima oleh masyarakat Kampung Sinarrejo, mendapat perhatian serius dari Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah.

Melalui petugas pendamping sembako Kecamatan Kalirejo didampingi oleh Korda program Sembako, sebagai perpanjangan tangan Dinas Sosial Kabupaten Lampung Tengah Bidang Fakir Miskin, segera menindak lanjuti masalah tersebut, yaitu dengan mengganti tempe yang diduga busuk tersebut dengan tempe baru sebanyak 381 bungkus, pada Kamis (27/2) kemarin.

Penggantian atau penyerahan tempe baru tersebut, secara langsung diterima oleh Ketua E-Warung Kampung Sinarrejo, Buhori, serta disaksikan oleh Kepala Kampung Sinarrejo, Jumroni. Tempe tersebut juga langsung disalurkan kepada masyarakat yaitu para Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Dikatakan oleh Iwanudin, selaku petugas Pendamping Sembako Kecamatan Kalirejo bahwa, permasalahan tersebut timbul karena faktor miskomunikasi dan miskoordinasi semata. Sebab, pihaknya telah mengimbau agar sebelum menerima sembako dapat mengecek atau memeriksa kwalitas ataupun kwantitas sembako. Jika ditemukan kerusakan atau secara kwalitas tidak baik untuk tidak menerima dan segera minta pergantian.

”Sebenarnya kami telah menyampaikan untuk mengkomplain atau tidak menerima bantuan sembako jika secara kwalitas tidak baik ataupun dalam kondisi rusak. Bahkan imbauan tersebut juga tertera pada banner-banner yang sudah kami bagikan disemua kampung di Kecamatan Kalirejo,” jelasnya.

Iwanudin juga mencontohkan bahwa komplain tersebut telah dilakukan oleh Kampung Srimulyo, yang saat itu menolak bantuan sembako berupa tempe yang kwalitasnya kurang baik, dimana untuk Kampung Srimulyo
bantuan tempe jumlahnya lebih banyak yaitu sebanyak 1.068 bungkus. Komplain dari warga Kampung Srimulyo tersebut langsung ditindak lanjuti oleh pihak suplayer, yaitu dengan mengganti tempe yang baru (berkwalitas baik).

Ketua E-Warung Kampung Sinarrejo, Buhori, mengakui bahwa pihaknya memang teledor saat menerima bantuan tempe, dan kurang teliti dalam mengecek barang yang akan diterimanya, serta tidak melakukan komplain
kepada pihak suplayer yang mendistribusikan bantuan sembako tersebut.

Sementara, Kakam Sinarrejo, Jumroni, atas nama warga masyarakat kampungnya, khususnya para KPM yang ada di kampungnya, menyampaikan ucapan terimakasih khususnya kepada pemerintah daerah melalui Dinas
Sosial Kabupaten Lampung Tengah, yang dapat segera menindaklanjuti dan merespon dengan cepat permasalahan yang ada di kampungnya, khususnya
terkait bantuan sembako berupa tempe.

Dalam kesempatan itu, Jumroni juga menyampaikan harapannya agar kedepan bantuan sosial berupa sembako dapat diberikan kepada KPM berupa barang yang tidak mudah busuk, seperti Kacang Hijau ataupun barang sejenisnya. (Suhendra/ezy)

You might also like

error: Content is protected !!