Pembangunan

Pembangunan Dibiarkan Berlanjut, Setelah Selesai Pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo Minta Pihak Kejari Lamteng Audit

995
×

Pembangunan Dibiarkan Berlanjut, Setelah Selesai Pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo Minta Pihak Kejari Lamteng Audit

Sebarkan artikel ini


LAMPUNG TENGAH – Dugaan mark up anggaran proyek pembangunan Pasar Kuliner Kampung Rukhti Harjo, Kecamatan Seputihraman, Lampung Tengah (Lamteng), mulai terdengar oleh sebagian pedagang. Hal itu, Setelah dilakukan klarifikasi atau kebenaran anggaran di Dinas Perdagangan beberapa waktu lalu.

Dalam penjelasannya, Kadis Perdagangan Edrin memberikan mandat kepada pegawainya yaitu Aris. Dijelaskan Aris, bahwa anggaran tersebut dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 2,5 Miliyar. Namun, dari hasil pelelangan dimenangkan oleh penawaran terendah dari pihak rekanan dengan nilai Rp 1,2 miliyar.

“Yang sebenernya, dari pemerintah pusat Rp 2,5 miliyar. Tapi, yang terealisasi cuman Rp 1,2 miliyar,” kata Aris saat memberikan penjelasan kepada salah satu pedagang melalui via telepon.

Aris menjelaskan bahwa dirinya tidak menyangka akan terjadi problem ditengah pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo. Pasalnya, sudah dilakukan sosialisasi.

“Kita sudah lakukan sosialisasi. Tapi, memang aparatur nya tidak melibatkan semua pedagang,” katanya.

Pembangunan pasar ini, lanjut Aris, harus dilanjutkan. “Ini harus dilanjutkan sampai selesai pembangunannya mas,” kata Aris saat diwawancari wartawan ini.

Masih dikatakannya, pembangunan Pasar Kampung Rukhti Harjo akan diresmikan oleh Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto. “Yang ngeresmiin nanti Paj Bupati langsung rencananya,” katanya.

Salah satu, pedagang PasarKampung Rukhti Harjo Ketut Pande Sampurna mengungkapkan bahwa dirinya tidak mendapat informasi sisa anggaran dari pembangunan Pasar Kampung Rukhti Harjo tersebut.

“Kan, anggarannya Rp 2,5 miliyar. Tapi, terealisasi hanya Rp 1,2 miliyar. Disini, kami belum dapat informasi lebih jelas,” kata Pande sapaan akbrabnya.

Menurut Pande, pembangunan ini memang banyak dugaan kejanggalan atau tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). “Kami sudah konsultasi dengan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Lamteng. Kata mereka harus selesai dulu baru bisa di audit,” katanya.

Pande menegaskan bahwa pedagang Pasar Kampung Rukhti Harjo terus mengawasi proses jalannya pembangunan. “Kami yakin kalau penegak hukumnya tidak tebang pilih banyak pihak yang akan diperiksa,” tegas Pande.

Sementara itu, Kepala Kampung Rukhti Harjo Gunawan berusahadihubungi melalui sambungan telepon tidak merespon.

Diketahui, KPK berikan warning (peringatan) untuk Lamteng, terkait tindak pidana korupsi yang masih tinggi. Tercatat, lembaga ini sudah beberapa kali turun ke wilayah ini. Tujuannya, untuk memberikan sosialisasi pencegahan terhadap pelanggaran hukum tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!