Politik

Tudingan Bupati Terkait Pengajian Musa-Ardito, Rosim: Ini Bentuk Kepanikan Penguasa

844
×

Tudingan Bupati Terkait Pengajian Musa-Ardito, Rosim: Ini Bentuk Kepanikan Penguasa

Sebarkan artikel ini


metrodeadline.com – Tudingan dapat memprovokasi dari Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto terkait kegiatan pengajian Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati Lampung Tengah Musa-Ardito beberapa waktu lalu. Mendapat komentar dari tokoh pemuda Forum Silahturahmi Mulei Meghanai Lampung Tengah Rosim.

Dirinya juga sudah mengamati beberapa berita terkait stetment Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto. Dimana pihaknya menganggap bahwa Beliau (Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto) harus dapat menunjukkan sikap kenegarawanannya sebagai Bapak Bangsa di Daerah Kabupaten Lampung Tengah ini.

“Saya sudah mengamati beberapa berita terkait statement bupati Loekman sebagaimana yang dishare diatas. Sebagai seorang kepala daerah seharusnya memang Loekman dapat bersikap dengan bijak, Menunjukkan sikap kenegarawanannya sebagai salah satu bapak bangsa didaerah,” ujar Ketua Mulei-Meghanai Lampung Tengah Rosim melalui pesan WhatsApp, Jumat (28/9).

Rosim menilai tudingan Bapak Loekman terhadap kegiatan pengajian yang hadiri oleh ustadz Solmed dianggap memprovokatif masyarakat dan meminta untuk menghentikan jika hal itu kembali terjadi adalah bentuk kepanikan penguasa hari ini.

Lebih lanjut, Rosim menyampaikan, meskipun Beliau (Bapak Loekman) juga menyebut tidak mempersoalkan apapun bentuk kampanye yang dibungkus dalam konten religius. Tapi apapun statement Bapak Loekman terkait kegiatan Musa-Ardito beberapa akhir ini, seharusnya tidak terjadi.

Justru publik akan membaca fikirannya bahwa ini merupakan sikap reaktif yang menunjukkan suatu kepanikan penguasa yang memandang bahwa hadirnya interaksi tokoh-tokoh politik yang mulai bergeliat ditengah masyarakat seperti Musa-Ardito beberapa waktu ini.

“Saya menduga ia beranggapan dapat mengganggu kenikmatan berkuasa,. Apalagi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sudah didepan mata,” tegas Rosim yang juga Aktivis Mahasiswa di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Jika demikian, masih dikatakan Rosim, tentu tanggapan Bapak Loekman tersebut sebagai sosok petahana yang juga akan kembali bertarung dalam Pilkada mendatang adalah bentuk kepanikan penguasa. Kenapa? Kalau Beliau tidak kepanikan, maka tidak akan  ditanggapi apapun kegiatan yang dianggap rival politik baginya.

“Ketika kepanikan rezim itu muncul dengan berbagai tanggapan penguasa terhadap hal-hal yang alergi baginya. Maka dapat mengganggu kenikmatan berkuasa. Dengan demikian, Berarti dapat diduga kuat bahwa ada sistem yang belum maksimal dan berjalan dengan baik. Seperti seseorang yang tidur kesiangan jam 09.00 WIB sementara tiket pesawat jam 10, kelabakan takut tertinggal pesawat,” kata Rosim.

Rosim menjelaakan sulit memang diterjemahkan bahasa Bapak Loekman yang menyebut menjelek-jelekkan dan menghasut masyarakat untuk terpecah belah sebagaimana disebut dalam berita yang beredar.

“Bagi saya suatu hal yang wajar jika calon kandidat yang menjadi lawan petahana dalam sebuah Pilkada memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk lebih baik lagi. Jika yang disebut menjelek-jelekkan itu adalah sebuah  fakta kondisi masyarakat hari ini yang dihadapkan dengan infrastruktur jalan yang rusak, pembangunan kurang merata dan lain-lain, wajar saja sebab rakyat akan melihat siapa pemimpin hari ini yang menjabat,” terang Rosim.

“Bagi saya, hal yang dilakukan oleh siapapun bakal calon kandidat dalam aktivitasnya ditengah masyarakat suatu hal yang wajar. Apalagi hari ini belum memasuki masa kampanye yang baku yang ditetapkan oleh penyelenggara. Jadi saya menyarankan kepada Bapak Loekman sebagai kepala daerah hari ini untuk tidak open terhadap apapun aktivitas politik bacalon lainnya,” ungkap Rosim.

Rosim menyarankan untu jalani saja apa yang menjadi porsi Bapak Loekman sebagai kepala daerah yang menunggu masa penghabisan jabatan diperiode ini. Kemudian jangan menggunakan sistem pemerintahan untuk dalam menjalankan kepentingan politik Pilkada mendatang.

Meski, Beliau (Bapak Loekman) mungkin menyadari bahwa lawan terberatnya adalah sosok yang bernama Bapak Musa Ahmad. “Tak salah jika saya mengamati  bahwa Pilkada Lampung Tengah mendatang sejatinya adalah pertarungan antara Pak Loekman dan Pak Musa,” pungkasnya. (red)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!