
metrodeadline.com – Pernyataan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) sekaligus bakal calon kepala daerah (balonkada) Loekman Djoyosoemarto yang menilai tausiyah Ustadz Soleh Mahmud (Solmed) dalam pengajian akbar bersama Musa Ahmad-Ardito Wijaya baru-baru ini “Provikatif” disikapi DPD II Golkar setempat.
Wakil Ketua DPD II Golkar Lamteng, M Ersad menyebut Loekman terlalu berlebihan dalam menyikapi hal tersebut.”Sangat kami sayangkan sikap Bupati. Menurut saya ini terlalu berlebihan apa lagi sampai menyebut pengajian itu mengandung unsur provokatif, dan mengganti nama Ustadz (Solmed) menjadi celometan,”kata Ersad Sabtu 28 September 2019.
Menurut Ersad, apa yang disampaikan Loekman tidak mencerminkan selayakanya seorang Bupati. Bupati itu kata Ersad simbol pemimpin di daerah, harus dapat memberikan contoh yang baik bagi warga masyarakatnya, bukan malah memberikan reaksi yang negatif kepada masyarakatnya.
“Kegiatan itu (pengajian) sifatnya bermanfaat dan beradab bagi umat dan warga masyarakat yang ada di sini (Lamteng). Tidak pas kapasitas beliau (Loekman) menanggapi sesuatu dengan sembarangan. Ini blunder bagi pak Loekman, dan kita berharap reaksi-reaksi yang berkonotasi negatif tidak lagi terulang,”ujarnya.
Lanjutnya, ia meminta Leokman untuk membuktikan dimana bentuk provokatif, serta ujaran kebencian yang ditujukan kepada Ustadz Solmed.”Yang provokatif siapa ? yang sebarkan ujaran kebencian siapa ? dimana bentuk provokatif dan bentuk ujaran kebencianya, pak Loekman selaku bupati harus mampu menjawab dan membuktikanya,”paparnya.
Justru menurut Ersad, bila diperhatikan dengan secara seksama video Loekman yang sudah tersebar luas di masyarakat, justru yang mengundang ucapan provokatif dan menebar ujaran kebencian,
Lanjutnya lagi dalam video Loekman meminta kepada warga masyarakat yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, dalam hal ini warga masyarakat yang ada di kecamatan Seputih Rahman untuk tidak menghadiri pengajian akbar oleh Ustadz Solmed.
Bahkan Loekman menyebut ustadz kondang solmed menjadi ustadz celometan, perkataan yang menghina dan mengejek.”Apa bukan ini adalah bentuk ujaran kebencian,”ujarnya
Masih dikatakannya, mengenai banyaknya jalan rusak berlubang di Lamteng yang hampir mayoritas itu di katakan oleh warga masyarakat merupakan kenyataan sesungguhnya.
“Pernyataan ini tidak di buat-buat, semua fakta, anggaranya ada, tinggal di perbaiki saja kan jalanya, lah kenapa kemudian ini di anggap provokatif juga. Itu kan salah satu keluhan dari warga masyarakat kemudian di terjemahkan kembali oleh Ustadz Solmed, kan tidak ada yang salah. Mestinya itu harus ditanggapi dengan jawaban yang positif”ujarnya.
“Kalau saya boleh sumbang saran, sebaiknya pak Loekman bersama pemerintah Daerah fokus saja untuk perbaiki kabupaten Lampung Tengah dengan sebaik-baik mungkin, pergunakan dan perdayakan jabatan sebagai bupati yang tinggal hitungan tahun semaksimal mungkin,”imbuhnya.
Untuk diketahui, Bupati Lamteng Loekman Djoyosoemarto menilai tausiyah Ustadz Soleh Mahmud (Solmed) dalam pengajian akbar bersama Musa Ahmad-Ardito Wijaya baru baru ini Provokatif.
“Saya tidak melarang. Tapi, jangan saling menjelekan. Saya silahkan saja untuk masyarakat yang hadir. Kalau pengajian itu sudah menyimpang, hentikan saja,” ujarnya dalam berbagai kesempatan.
Loekman menjelaskan pihaknya khawatir dengan pengajian tersebut. Karena Ustad Solmed atau Ustad Celemotan itu, ngomongnya tidak benar.”Ustad itu gak bener. Masak ngebedain manusia sama kulkas. Kan tidak bener ini,” tegasnya.
Bupati menambahkan nantinya pasti kegiatan itu akan terlaksana di Kecamatan Seputihraman. Masyarakat harus mewaspadai kegiatan itu.”Saya tidak pernah memerintahkan Camat atau aparatur saya, untuk melarangnya. Tapi, kalianlah sebagai masyarakat yang harus bergerak aktif apabila ada kegiatan yang memprovokasi ya harus dihentikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Loekman menjelaskan pihaknya juga memiliki pendukung yang militan. “Seandainya pendukung saya gak seneng. Ditimpukin botol kan bisa ada keributan,” tegasnya.
Masih dikatakannya, Loekman juga memberikan arahan terhadap Linmas di Kecamatan Seputihraman, untuk melarang pengajian tersebut. “Kalian sebagai Linmas harus bisa menciptakan keamanan. Kalau ada pengajian seperti ini gubarin aja deh. Itu Ustad Celometan ngomongnya gak bener,” pungkasnya. (red)
