Kepala SDN 2 Bumi Aji Diduga Kebal Hukum, Sumijo : Laporkan Saja, Saya Siap 

Lampung Tengah – Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program bantuan uang tunai bagi anak usia sekolah dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), atau yang memenuhi kriteria sebagai anak dari keluarga tidak mampu.

 

Kartu Indonesia Pintar (KIP) adalah kartu yang diberikan kepada anak yang berusia 6-21 tahun dari keluarga pemegang KKS, sebagai identitas untuk mendapatkan PIP. 

 

 

Bantuan pendidikan yang diberikan pemerintah kepada pemegang KIP berbeda-beda untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk tingkat SD/MI/sederajat sebesar Rp.225.000/semester (Rp450.000 per tahun), tingkat SMP/MTs/sederajat Rp.375.000/semester (Rp750.000 per tahun), dan tingkat SMA/SMK/MA/sederajat sebesar Rp.500.000/semester (Rp1.000.000 per tahun) sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014.
Namun peraturan dan intruksi presiden no 7 tahun 2014 tidak di indahkan oleh kepala sekolah SDN 2 Bumi Aji Samijo yang dimana bantuan dana PIP tersebut di duga tidak sampai ke siswa melain kan diambil oleh kepala sekolah Samijo.
Menurut wali murid siswa kelas 6 SDN 2 Bumi Aji inisial E menjelaskan bahwa, setiap wali murid sudah berkontribusi dalam pembangunan sekolah tersebut dengan membantu iuran komite setiap tahun sebesar Rp. 100 ribu untuk memperbaiki sekolah yang rusak.
“Sekolah itu sudah tidak layak pakai kelas nya karena udah pada bocor. Kami sudah melalukan iuran itu untuk kenyaman anak kami, namun kenapa bantuan PIP tidak di berikan kepada kami, melainkan kami hanya terima satu kali saja bantuan tersebut sebesar 450 ribu,  memang benar kepala sekolah yang mengambil di bank sesuai musyawarah dengan komitmen per siswa 20 ribu untuk kepala sekolah,”ungkapnya, Sabtu (24/8/2019).
Lanjutnya, jangan kan Rp. 20 ribu kami mau berikan kepada kepala sekolah karena kami tidak menerima bantun dana PIP itu sama sekali sampai saat ini.
 Sebab dari buku tabungan yang baru di bagikan pada tanggal 29 juli 2019 tertera sudah ada penarikan sekitar 3x dari tahun 2018.
“Ya kami hanya petani wali murid yang tidak mampu dan sangat berharap dengan bantuan tersebut tetapi kenapa sampai sekarang kami tidak menerima bantun tersebut,” terang wali murid kelas 6 inisial E.
Hal serupan pun dikatakan wali murid siswa kelas 2 inisial wali murid siswa tersebut mengharapkan dana tersebut di kembalikan kepada hak siswa yang menerima.
Dari hasil laporan walimurid tersebut kami awak media meninjau bahwa memang ada hal yang janggal dari print Out buku rekening siswa penerima PIP dimana memang ada penarikin sampai 3 kali lebih, namun di tahun yang berbeda beda, dan alamat siswa pun tidak sesuai dengan domisili tempat tinggal mereka melainkan alamat yang tertera di buku rekening beralamat di jakarta tanah abang bukan di desa Margo Otomo Kecamatan Anak Tuha Lampung Tengah.
Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut.  Pada Sab’tu 24 Agustus 2019 Samijo kepala sekolah di ruangan nya membenarkan bahwa Samijo yang mengambil dana tersebut di bank sesuai musyawarah, dan bahwa ada tanda tangan wali murid yang tanda tangan dengan persetujuan bahwa saya yang mengambil dana tersebut di bank.
Dana tersebut tahun ini sudah 3 kali dan sudah saya berikan ke siswa dan saya yang mengambil di bank, dan dana tersebut telah saya berikan.
“Saya yakin memang ada satu orang yang tidak suka dengan saya jadi  jika memang ingin di laporkan ya laporkan saja saya siap,” tegas Samijo.
Dalam hal ini wali murid siswa SD N 2 Bumi Aji telah membuat surat pernyatan bahwa mereka hanya menerima 1 kali dana tersebut dan para wali murid mengharapkan bagi dinas terkait dapat memberikan solusi terbaik untuk dana bantuan tersebut. 
Bagi penegak hukum di harapkan menindak tegas kepala sekolah SD N 2 Bumi Aji. (*)
Penulis/Foto : Suhendra

You might also like

error: Content is protected !!