Pasien Lakalantas Tak Punya BPJS Tak Perlu Khawatir Ada SW-Jasaraharja

LAMPUNG TIMUR – Diinformasikan kembali bagi rekan-rekan, sanak saudara, sahabat, handai taulan dan seluruh masyarakat rakyat Indonesia (stakeholders) dimanapun berada, khususnya bagi korban atau pasien yang mengalami peristiwa kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang tidak memiliki Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan.

Informasi dimaksud khusus ditujukan bagi masyarakat yang tidak memiliki kartu BPJS namun mengalami lakalantas dan berhak untuk mendapatkan bantuan dana Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) dan kini telah berubah menjadi Sumbangan Wajib Jasa Raharja (SW-Jasa Raharja).

Sekedar info ulang, korban atau pasien kecelakaan yang nggak punya BPJS Kesehatan atau BPJS Ketenagakerjaan, dilansir dari rilis di group Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Lampung Timur Minggu, 18 Agustus 2019 jam 07.54 WIB

Lihat dan baca secara jeli dan teliti di STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan), anda pernah mendengar atau membaca singkatan SWDKLLJ atau SW-Jasa Raharja… ? cobalah anda cermati STNK kendaraannya. Saat kita membayar pajak kendaraan bermotor, otomatis kita akan dikenai biaya SWDKLLJ dan kini dirubah SW-Jasa Raharja.

Terus, SWDKLLJ atau SW-Jasa Raharja apakah itu … kegunaannya untuk apa … ? SWDKLLJ adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan dan atau SW-Jasa Raharja adalah singkatan dari Sumbangan Wajib Jasa Raharja.

Nah, dengan membayar SWDKLLJ atau SW-Jasa Raharja saat membayar pajak kendaraan, maka otomatis diri kita telah tercatat ikut asuransi yang dikelola Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT. (Persero) Jasa Raharja Jiwasraya.

Besarnya tarif SWDKLLJ atau SW-Jasa Raharja tergantung dari tipe kendaraan … ! Untuk kendaraan roda dua atau motor dengan kapasitas mesin 50 cc sampai dengan 250 cc, akan dikenai tarif sebesar Rp. 35.000,-. Sedangkan kendaraan untuk jenis Sedan, Station Wagon, Jip, Mini Bus dan lain-lain, sebesar Rp.143.000,-.

Kegunaan yang didapat dari SWDKLLJ atau SW-Jasa Raharja yaitu kita memperoleh pelindungan jiwa berupa asuransi bila terjadi kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Besarnya santunan yang diberikan oleh Jasa Raharja berdasar pada Ketetapan Menteri Keuangan Republik Indonesia
berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 15 dan 16/PMK.10/2017 tertanggal 13 Februari 2017.

Meninggal dunia (ahli waris) dari Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), naik menjadi Rp. 50.000.000 (lima puluh juta rupiah).

Cacat tetap dari Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah), naik menjadi Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah). Biaya perawatan luka-luka maksimal dari Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah), naik menjadi Rp. 20.000.000,- (Dua puluh juta Rupiah).

Penggantian biaya Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) dari tidak ada menjadi Rp. 1.000.000,- (satu juta
rupiah). Penggantian biaya ambulans dari tidak ada menjadi Rp. 500.000,- (Lima ratus ribu rupiah). Biaya penguburan (jika tidak ada ahli waris – red), dari Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah), naik menjadi Rp. 4.000.000,- (E
empat juta rupiah).

Bagaimana cara untuk mendapatkan santunan tersebut … ?

1. Menghubungi kantor PT. (Persero) Jasa Raharja Jiwasraya terdekat.

2. Isi formulir permohonan pengajuan dengan memasukkan (laporan kecelakaan dari pihak Kepolisian atau pihak berwenang), Surat Keterangan Kesehatan dari dokter, jati diri (KTP – red) korban atau ahli waris korban.

Tapi sayangnya, seringkali korban atau keluarga korban lakalantas malas dan enggan untuk segera mengurus Laporan Kepolisian. Apakah karena disebabkan latar belakang ketidaktahuan, ingat.. ini syarat penting !!! mau dapat hak ? harus segera diurus …

3. Jika korban luka-luka dilampirkan kwitansi biaya perawatan dan pengobatan yang asli. Sedangkan jika meninggal dunia, dibutuhkan Kartu Keluarga (KK) atau Surat Nikah.

4. Hak santunan menjadi tidak berlaku bila waktu mengajukannya lebih dari 6 bulan (daluarsa) sejak mulai terjadinya musibah atau tak dilakukan penagihan dalam kurun waktu 3 bulan, sejak mulai hak santunan di setujui oleh Jasa Raharja.

Oh ya, santunan ini diberikan tidak hanya pada seseorang atau pengemudi saja, tapi melainkan juga berlaku pada berapa penumpang yang turut jadi korban kecelakaan.

Jadi kita harus tahu hak kita dan jangan pernah terlambat memprosesnya … !!!
Kita semua wajib tahu … ! Karena ada haknya.

Perlu untuk diketahui bahwa SWDKLLJ kini mengalami perubahan menjadi Setoran Wajib Jasa Raharja (SW-Jasa Raharja).

Semoga info ini dapat bermanfaat … !!!

Laporan :

– Ropian Kunang
– Samsi

You might also like

error: Content is protected !!