ICW : Pendidikan-Kesehatan Berpotensi Rawan di Korupsi

 

Siti Juliantari Rachman pemateri dari Indonesia Corruption Watch

BANDAR LAMPUNG – Siti Juliantari Rachman pemateri dari Indonesia Corruption Watch (ICW) menjelaskan secara detail prosedur pengadaan barang dan jasa kepada peserta pelatihan jurnalis “Lawan Korupsi” yang digelar KPK bersama Tempo Institute dan AJI, di Hotel Horison Bandar Lampung, Sabtu (10/8/2019).

Menurut Siti dasar hukum pengadaan barang dan jasa pemerintah mengacu Perpres Nomor 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah. Kemudian siklus pengadaan barang dan jasa mulai dari perencanaan, pelaksanaan kontrak hingga serah terima.

“Jadi hasil data riset ICW,  modus korupsi pengadaan barang dan jasa banyak celah. Ya mulai dari penyalahgunaan anggaran, Mark Up, kegiatan atau proyek fiktif, penyalahgunaan wewenang, laporan fiktif, penggelapan, suap, penyunatan/pemotongan, pemerasan, hingga pungutan liar,”jelas Siti saat memberikan pelatihan jurnalis lawan korupsi.

Selan itu, Siti kembali menegaskan bahwa dalam kaitanya dalam pemberantasan korupsi. ICW melihat sektor pengadaan barang dan jasa masih menjadi ladang basah terjadinya praktik Korupsi.

“Ya dalam pantauan ICW, tidak kurang dari 40 persen korupsi yang terjadi berhubungan dengan pengadaan barang dan jasa,”bebernya.

Ia kembali menjelaskan bahwa sektor pendidikan dan kesehatan juga rawan terindikasi di korupsi. Pendidikan ditemukan 25 kasus dengan nilai kerugian Negara mencapai Rp.611 milyar, dan  kesehatan ditemukan 18 kasus dengan total kerugian Negara Rp51 milyar.

Pelayanan publik menjadi sektor yang paling rawan di korupsi. Pengadaan barang yang secara periodic dianggarkan oleh pemerintah  menjadi celah terjadinya praktik korupsi. Seringkali pegadaan barang tidak sesuai dengan kebutuhan yang mengakibatkan barang tidak digunakan.

Siti berharap dengan adanya pelatihan jurnalis lawan korupsi ini, kawan-kawan jurnalis dapat menggali informasi dari sejumlah sudut secara detail. Sehingga segala unsur adanya potensi kecurangan dapat terpenuhi, dan dapat memantau, mencegah, sampai melaporkan. (*)

Penulis/Foto : Fredy Kurniawan Sandi

You might also like

error: Content is protected !!