JAWA TIMUR

Sambut Hari Santri 2026, ASN Ponorogo Wajib Bersarung dan Berpeci Selama Sepekan

41
×

Sambut Hari Santri 2026, ASN Ponorogo Wajib Bersarung dan Berpeci Selama Sepekan

Sebarkan artikel ini

PONOROGO – Nuansa religius bakal mewarnai lingkungan Pemerintah Kabupaten Ponorogo menjelang peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Ponorogo diinstruksikan mengenakan busana muslim selama sepekan, terhitung mulai 15 hingga 22 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari tradisi tahunan untuk menyemarakkan Hari Santri Nasional di Bumi Reog.

Dalam ketentuan tersebut, ASN laki-laki diminta mengenakan sarung dan peci. Sementara itu, pegawai perempuan diharapkan memakai busana muslim yang sopan dan berhijab sesuai ketentuan. Adapun pegawai nonmuslim diminta menyesuaikan pakaian dengan tetap menghormati keyakinan masing-masing.

“Penggunaan busana muslim ini merupakan bagian dari tradisi peringatan Hari Santri Nasional di Ponorogo yang dilaksanakan setiap tahun. Untuk pegawai laki-laki mengenakan sarung dan peci, sedangkan perempuan menyesuaikan dengan ketentuan berpakaian muslim,” ujar Lisdyarita.

Meski demikian, aturan berpakaian tersebut tidak diberlakukan secara kaku bagi ASN yang menjalankan tugas di lapangan. Penyesuaian tetap dimungkinkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pekerjaan dan kelengkapan seragam dinas.

Petugas Dinas Perhubungan maupun Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), misalnya, tetap dapat menjalankan tugas sesuai ketentuan operasional. Bagi petugas laki-laki, penggunaan peci dapat menjadi bentuk penyesuaian agar semangat peringatan Hari Santri tetap terasa tanpa mengganggu pelaksanaan tugas.

“Untuk petugas yang menjalankan tugas lapangan, pelaksanaannya menyesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan. Misalnya, petugas laki-laki cukup mengenakan peci agar tetap bisa menjalankan tugas dengan baik,” jelasnya.

Tak hanya melalui penggunaan busana khas muslim, peringatan HSN 2026 di Ponorogo juga akan diramaikan dengan sejumlah kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Beberapa agenda yang disiapkan di antaranya lomba dai, lomba hadrah, kegiatan Vespa Santri, serta berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan peringatan Hari Santri Nasional.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menyemarakkan Hari Santri Nasional di Ponorogo, sekaligus menghadirkan peringatan yang tidak hanya berlangsung di lingkungan pemerintahan, tetapi juga melibatkan masyarakat luas.(Wiyoso)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!