JAWA TIMUR

Lahan Kering Terbakar di Bancangan Sambit, Api Merembet ke Gudang Kayu, Kerugian Rp15 Juta

39
×

Lahan Kering Terbakar di Bancangan Sambit, Api Merembet ke Gudang Kayu, Kerugian Rp15 Juta

Sebarkan artikel ini

PONOROGO – Kebakaran melanda lahan kering yang dipenuhi daun jati di Dukuh Tengger, Desa Bancangan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (3/10/2026) sore. Kobaran api dengan cepat membesar hingga merembet ke sebuah gudang kayu bekas milik warga.

Peristiwa yang terjadi di wilayah RT 002/RW 002 tersebut diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Kondisi lahan yang kering, banyaknya dedaunan mudah terbakar, serta hembusan angin membuat api cepat menjalar.

Gudang kayu milik Triono (45), warga Kecamatan Sambit yang bekerja sebagai karyawan swasta, turut terdampak. Material kayu yang berada di dalam gudang terbakar. Tidak ada korban jiwa maupun hewan ternak dalam kejadian tersebut.

Kerugian materiil akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Kapolsek Sambit AKP Moh Isa Latip, S.H. mengatakan, api pertama kali diketahui warga dari kawasan lahan tadah hujan yang kondisinya cukup kering.

“Dari hasil pengumpulan bahan keterangan sementara, api diduga dipicu kondisi lahan yang sangat kering, kemudian diperparah angin yang cukup kencang sehingga api cepat membesar dan merembet ke gudang kayu bekas,” ujarnya.

Mengetahui adanya kobaran api, warga berupaya melakukan pemadaman secara manual. Laporan kemudian diterima Polsek Sambit sekitar pukul 18.00 WIB.

Petugas gabungan yang terdiri dari kepolisian, TNI, pemerintah desa, warga, serta petugas pemadam kebakaran langsung melakukan penanganan untuk menghentikan penjalaran api.

Setelah proses pemadaman berlangsung beberapa jam, Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Ponorogo berhasil mengendalikan dan memadamkan api sekitar pukul 20.00 WIB.

Menurut Kapolsek, posisi gudang yang berada di area terbuka dan berbatasan langsung dengan lahan terbakar turut meningkatkan risiko api menjalar ke bangunan.

“Gudang berada di area terbuka dan berbatasan langsung dengan lahan yang terbakar. Kondisi angin dan banyaknya material kayu kering membuat api mudah merembet ke gudang,” jelasnya.

Saat kejadian berlangsung, Triono diketahui tidak berada di Desa Bancangan. Warga kemudian menghubungi pihak keluarga maupun pemilik gudang untuk menyampaikan informasi mengenai kebakaran tersebut.

Polisi Masih Selidiki Penyebab

Polisi belum menetapkan penyebab pasti kebakaran. Unit Reskrim Polsek Sambit masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada kondisi lingkungan berupa cuaca panas, lahan kering, tumpukan dedaunan yang mudah terbakar, dan hembusan angin. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan lain guna memastikan sumber api.

“Kami masih melakukan pendalaman dan olah TKP lanjutan. Hasil sementara mengarah pada faktor alam dan kondisi lingkungan yang kering, tetapi penyelidikan tetap kami lakukan untuk memastikan penyebab kebakaran,” tegas AKP Moh Isa Latip.

Dalam penanganan kejadian tersebut, petugas melibatkan Polsek Sambit, Koramil Sambit, Unit Reskrim dan SPKT Polsek Sambit, Pemadam Kebakaran Kabupaten Ponorogo, Satpol PP Kabupaten Ponorogo, Pemerintah Desa Bancangan, serta masyarakat setempat.

Polisi juga mengamankan satu potong kayu terbakar untuk kepentingan pemeriksaan.

Kapolsek Sambit mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lahan kering maupun kawasan hutan jati agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika cuaca panas dan material mudah terbakar menumpuk.

“Warga kami imbau tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu api di sekitar lahan kering. Jika melihat titik api, segera lakukan penanganan awal dengan tetap mengutamakan keselamatan dan segera melapor kepada petugas,” pungkasnya.(Wys)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!