LAMPUNG TIMUR – Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas serta menurunkan tingkat fatalitas korban di jalan raya, Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Lampung Timur menggelar Rapat Koordinasi Analisa dan Evaluasi (Anev) titik rawan kecelakaan (blackspot). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Juni 2026, bertempat di Ruang Satlantas Polres Lampung Timur.
Rapat strategis ini dihadiri oleh jajaran pemangku kepentingan (stakeholders) keselamatan jalan raya di wilayah Lampung Timur, antara lain perwakilan dari Jasa Raharja, Satlantas Polres Lampung Timur, serta UPTD Pendapatan Wilayah V Lampung Timur (Samsat Lampung Timur).
Fokus utama dalam pertemuan ini adalah memetakan kembali titik-titik rawan kecelakaan di wilayah hukum Polres Lampung Timur serta merumuskan langkah preventif yang konkret. Selain membahas manajemen keselamatan, forum ini juga mengintegrasikan upaya peningkatan kepatuhan masyarakat dalam melunasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).
Nila Febrianty, Kepala Jasa Raharja Cabang Metro menegaskan bahwa penanganan keselamatan transportasi harus dilakukan secara hulu ke hilir. Melalui sinergi FKLL ini, seluruh instansi terkait berkomitmen untuk mengoptimalkan upaya pencegahan, baik melalui perbaikan sarana prasarana jalan, edukasi berkendara, hingga penegakan hukum yang humanis.
Di sisi lain, integrasi program bersama UPTD Pendapatan Wilayah V Lampung Timur diharapkan mampu mendorong kesadaran masyarakat. Pembayaran PKB dan SWDKLLJ yang tepat waktu bukan hanya bentuk kepatuhan hukum, melainkan juga instrumen penting guna memastikan kepastian jaminan perlindungan bagi seluruh pengguna jalan.
Melalui pelaksanaan rapat koordinasi ini, Forum Komunikasi Lalu Lintas Kabupaten Lampung Timur berharap dapat mewujudkan penurunan angka kecelakaan lalu lintas beserta tingkat fatalitasnya secara signifikan. Sekaligus, tercipta tren positif terhadap peningkatan realisasi penerimaan pajak kendaraan di Samsat Lampung Timur demi mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
