Uncategorized

Tekan Angka Fatalitas, 5 Pilar Keselamatan Gelar Evaluasi Titik Rawan Laka di Seputih Banyak

51
×

Tekan Angka Fatalitas, 5 Pilar Keselamatan Gelar Evaluasi Titik Rawan Laka di Seputih Banyak

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TENGAH, 08 April 2026 – Dalam upaya berkelanjutan menciptakan kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas), Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) Kabupaten Lampung Tengah menggelar rapat koordinasi lintas sektoral pada Rabu (08/04). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kecamatan Seputih Banyak ini fokus pada analisis mendalam serta evaluasi titik rawan kecelakaan (blackspot) di wilayah tersebut.

Pertemuan strategis ini dihadiri oleh perwakilan 5 Pilar Keselamatan Jalan—yang terdiri dari unsur perwakilan Pemerintah Daerah (Bappeda), Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Kepolisian (Satlantas), dan Dinas Kesehatan—serta didampingi oleh PT Jasa Raharja.

Kecamatan Seputih Banyak menjadi sorotan utama dalam evaluasi kali ini mengingat dinamika mobilitas masyarakat yang tinggi. Forum secara spesifik membedah data kecelakaan setahun terakhir untuk memetakan faktor dominan penyebab laka, baik dari aspek kelayakan jalan, penerangan, hingga perilaku pengendara.

Rapat ini bertujuan untuk merumuskan langkah preventif yang konkret, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan yang rusak, penambahan rambu peringatan, hingga intensifikasi edukasi kepada masyarakat setempat. “Tujuan utama dari forum ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan implementasi nyata dalam pencegahan kecelakaan lalu lintas serta penurunan tingkat fatalitas korban,” ujar perwakilan pilar keselamatan dalam forum tersebut.

Dukungan dari Jasa Raharja juga memperkuat komitmen pemberian santunan yang cepat, namun penekanan utama tetap berada pada sisi pencegahan agar insiden tidak terjadi sejak awal. Melalui integrasi kerja sama antara 5 Pilar Keselamatan dan Jasa Raharja ini, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, khususnya Kecamatan Seputih Banyak, dapat mengalami penurunan yang signifikan. Target jangka panjang adalah terciptanya budaya tertib berlalu lintas yang mampu menekan angka fatalitas korban hingga ke level terendah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!