Kota Metro

DLH Kota Metro Perkuat Pengawasan Lingkungan dan RTH Meski Terkendala SDM dan Armada

120
×

DLH Kota Metro Perkuat Pengawasan Lingkungan dan RTH Meski Terkendala SDM dan Armada

Sebarkan artikel ini

 

Kota Metro, Metrodeadline.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Metro melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) terus memperkuat upaya pengawasan lingkungan serta pemeliharaan ruang terbuka hijau (RTH), meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan sarana dan sumber daya manusia (SDM), Selasa (14/4/2026)

Mewakili Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Metro Suwandi, Kabid PPKLH Jatmiko mengatakan, bahwa tugas utama pihaknya mencakup pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pemantauan dan pembinaan terhadap lokasi-lokasi industri yang berpotensi menimbulkan pencemaran.

“Pengawasan terhadap industri menjadi prioritas kami untuk memastikan tidak terjadi pencemaran lingkungan, khususnya udara dan air,” ujarnya.

Selain itu, DLH juga fokus menjaga vegetasi alami di wilayah Kota Metro, diperkuat dengan terbitnya Instruksi Wali Kota Metro Nomor 1 Tahun 2026 tentang percepatan penanganan risiko vegetasi dan pemeliharaan ruang terbuka hijau di tingkat perangkat daerah, kecamatan, dan kelurahan.

“Instruksi ini melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki RTH publik untuk turut melakukan pemeliharaan, seperti pemangkasan pohon yang sudah tinggi dan rimbun. Peran aktif juga diharapkan dari camat, lurah, hingga masyarakat dalam menjaga vegetasi di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.

Ia menegaskan pentingnya menjaga pohon karena berkaitan langsung dengan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH), yang meliputi kualitas udara, air, dan lahan.

“Pada tahun sebelumnya, capaian kualitas udara Kota Metro berada di angka 74,17 persen dengan kategori sedang,” kata Kabid PPKLH Metro.

“Ke depan, kami berupaya meningkatkan kualitas udara melalui penanaman pohon, perluasan RTH, serta kegiatan seperti car free day untuk mengurangi polusi,” imbuhnya.

Selain itu, pengawasan terhadap industri akan terus ditingkatkan guna menekan potensi pencemaran udara.

“Meski demikian, pelaksanaan program di lapangan masih menghadapi berbagai kendala, terutama keterbatasan armada dan SDM,” jelasnya

Menurutnya, kini tim penanganan pohon hanya berjumlah delapan orang dengan satu unit kendaraan crane yang beroperasi sejak 2004 dan hanya mampu menjangkau ketinggian 9 meter.

“Kondisi ini tidak sebanding dengan tinggi pohon di Kota Metro yang bisa mencapai 15 hingga 16 meter. Idealnya kami memiliki tambahan armada dan minimal dua tim, yakni tim pemeliharaan dan tim eksekutor,” ungkapnya.

Dirinya berharap, adanya dukungan dari pemerintah daerah untuk penambahan sarana dan personel guna meningkatkan efektivitas penanganan vegetasi di kota tersebut.

“Dengan berbagai upaya DLH Kota Metro optimistis kualitas lingkungan hidup dapat terus ditingkatkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!