Kota Metro

Optimalkan Potensi Santri, Attanwir Kembangkan Program Tahfidz hingga Kelas Internasional

363
×

Optimalkan Potensi Santri, Attanwir Kembangkan Program Tahfidz hingga Kelas Internasional

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com – Pondok Pesantren Attanwir terus berupaya mencetak generasi pemimpin yang unggul melalui berbagai program pendidikan. Hal ini sejalan dengan visi pesantren untuk melahirkan kader pemimpin umat, serta santri yang berprestasi dan berakhlakul karimah, Kamis (13/3/2026)

Direktur Pondok Pesantren Muhammadiyah Attanwir Dr. H. Sujino, M.Pd.I menyampaikan bahwa pendidikan di pesantren tidak hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan spiritualitas santri.

“Ketika Pondok Attanwir melahirkan kader yang hafidz, pemimpin umat, unggul dalam prestasi dan berakhlakul karimah, maka tiga dimensi pendidikan itu harus berjalan seimbang,” ujarnya.

Menurutnya pendidikan Pondok Attanwir dibangun melalui tiga dimensi utama rukhyah, zikriyah, dan jasadiyah.

“Selain penguatan spiritual dan intelektual, pesantren juga memberikan ruang bagi santri untuk mengembangkan berbagai kompetensi, Baik yang berkaitan dengan program tahfidz Al-Qur’an, prestasi akademik, non-akademik, hingga berbagai kegiatan yang menunjang pembentukan karakter,” tuturnya.

Ia menuturkan, sembilan bulan terakhir pesantren memberikan apresiasi kepada 871 santri yang dinilai berprestasi dalam berbagai bidang.

“Inovasi program menjadi hal penting agar potensi santri dapat berkembang secara optimal. Karena itu, pesantren membuka berbagai kelas khusus, seperti kelas tahfidz, kelas internasional, kelas reguler, hingga kelas olahraga yang disesuaikan dengan minat dan kompetensi para santri,” kata direktur pondok pesantren muhammadiyah Attanwir.

“Kami harus mampu berinovasi membuat program-program yang mengarah pada pengembangan potensi santri. Apapun kompetensi mereka, akan kami fasilitasi,” imbuhnya.

Sujino menjelaskan Pondok Pesantren Attanwir memiliki empat jenjang pendidikan, yakni RA/TK, SMP, SMA, dan perguruan tinggi.

“Dari seluruh jenjang tingkat SMP dan SMA yang paling banyak diminati,” ucapnya.

Sementara itu pihaknya pesantren juga telah merencanakan pengembangan di bidang pendidikan tinggi dan kesehatan. Salah satunya dengan rencana pembangunan Rumah Sakit Muhammadiyah Attanwir.

“Rencana ini muncul karena masih sedikit lulusan tingkat SLTA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di bidang kesehatan,” jelasnya.

Ia menargetkan, Pengembangan tersebut dapat terealisasi dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan.

“Meskipun pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kemampuan serta hasil analisis tim pengembangan,” terangnya.

“Semua bisa berjalan cepat atau lambat sesuai kemampuan dan analisa tim pengembangan. Yang terpenting adalah bagaimana pesantren terus berkontribusi dalam mencetak kader yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik,” pungkasnya. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!