Metro, Metrodeadline.com – Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD Jenderal Ahmad Yani terus memperkuat sistem pendampingan pasien melalui monitoring rutin dan kunjungan langsung manajemen ke ruang-ruang perawatan, Kamis (26/2/2026).

Pelayanan rumah sakit tersebut melaksanakan monitoring sebanyak tiga kali dalam seminggu, yang dilakukan secara bergiliran ke seluruh ruangan, sehingga dalam satu pekan seluruh ruang perawatan dapat terpantau secara menyeluruh.
Dikatakan Wakil Direktur 1 RSUD Jend A Yani Metro dr. Wina Maria Madyani, MARS, bahwa dalam setiap kunjungan, manajemen menerima laporan langsung dari kepala ruangan dan kepala tim pelayanan keperawatan terkait kondisi pasien, kendala pelayanan, hingga kebutuhan yang perlu segera ditindaklanjuti.
“Rumah sakit juga menugaskan duty manager setiap hari, khususnya pada sore hingga malam hari. Kehadiran duty manager memungkinkan setiap persoalan atau situasi mendesak dapat segera dilaporkan dan ditangani secara cepat oleh manajemen,” ujarnya.
Menurutnya dari sisi penguatan layanan, RSUD Jenderal A Yani baru saja menerima tambahan alat CT Scan terbaru yang lebih memenuhi standar Kementerian Kesehatan.
“Kehadiran alat baru ini diharapkan dapat mempercepat antrean pemeriksaan, sekaligus menjaga keawetan mesin, mengingat alat sebelumnya harus beroperasi selama 24 jam penuh,” tutur Wakil Direktur Pelayanan RSUD Jend A Yani.
“Saat ini alatnya sudah datang dan sedang dalam proses pengaturan. Mudah-mudahan dapat segera digunakan untuk menunjang pelayanan pasien agar lebih cepat dan optimal,” imbuhnya.
Sementara itu, untuk sosialisasi layanan kepada masyarakat, rumah sakit memanfaatkan media sosial Instagram sebagai sarana penyampaian informasi terkait fasilitas dan pelayanan kesehatan yang tersedia.
“RSUD juga menghadirkan sejumlah inovasi pelayanan, di antaranya layanan antar pasien sembuh secara gratis bagi warga Kota Metro yang tidak memiliki kendaraan saat hendak pulang dari perawatan. Selain ambulans, terdapat pula layanan Mobil Antar Pasien Sehat untuk memastikan pasien dapat kembali ke rumah dengan aman,” ungkapnya.
Selain itu, tersedia pula layanan farmasi yang membantu pasien lansia atau pasien dengan keterbatasan tertentu agar tetap mendapatkan obat sesuai alamat yang telah didaftarkan seputaran Kota Metro.
“Dalam hal sumber daya manusia, RSUD memastikan tenaga kesehatan yang bertugas terdiri dari dokter, perawat, dan tenaga medis berpengalaman. Kombinasi tenaga senior dan tenaga yang lebih muda diharapkan mampu memberikan penanganan optimal sesuai standar operasional prosedur (SOP),” terang dr. wina.
Menariknya Budaya pelayanan yang diterapkan pun mengedepankan prinsip 6S, yakni senyum, salam, sapa, sopan, santun, dan sabar.
Pihaknya menjelaskan masih terdapat tantangan di lapangan, terutama terkait pemahaman masyarakat mengenai kriteria pasien yang dapat dirawat inap sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
“Tidak jarang terjadi perbedaan persepsi antara kondisi medis pasien berdasarkan penilaian dokter dengan keinginan pasien atau keluarga,” jelasnya.
dr. Wina menambahkan bahwa dirinya berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan.
“Kami tidak boleh berpuas diri. Peningkatan mutu pelayanan harus terus dilakukan demi memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Aliando)
