Metro, Metrodeadline.com – Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan, SMK Gajah Mada terus memperkuat komitmennya sebagai Sekolah Ramah Anak melalui penerapan budaya positif, pembelajaran inklusif, serta pelibatan aktif peserta didik, guru, dan orang tua dalam setiap kegiatan pendidikan, Senin (5/1/2026)

Mewakili Kepala SMK Gajah Mada Yusuf Nurhadi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan (Wakasis) SMK Gajah Mada Metro Dedy Aprianto mengatakan, bahwa segala bentuk pembelajaran siswa SMK Gajah Mada semua memiliki keamanan.
“Pada pembelajaran praktek khususnya, kemudian kita juga pembelajarannya edukatif karena SMK ini terkait dengan pembelajarannya nyata,” ujarnya.
Ia menuturkan, pembelajaran SMK Gajah Mada menerapkan pola kemampuan anak.
“Karena kita mendidik anak itu harus memahami kemampuan masing-masing anak agar dalam menerapkan pendidikan itu tidak keliru sehingga bisa maksimal diserap oleh masing-masing anak,” tuturnya.
Selain itu, pihaknya juga melarang organisasi yang memicu aksi negatif tergabung dalam keluarga SMK Gajah Mada.
“Karena pergerakannya itu berdasarkan admin masing-masing wilayah maka kita hapus semua grup yang ada di anak, tapi demikian jika komunitas tersebut mampu merubah dirinya sekolah akan memfasilitasi mereka, karena jaringan ini sifatnya lebih membangun bila perlu lanjut sampai ke adik-adik tingkatnya untuk membangun jaringan kerja,” terangnya.
Menurutnya, jika terdapat permasalahan anak dirinya akan memberikan pembinaan yang humanis, inklusif, dan berorientasi guna kepentingan terbaik anak.
“Harapannya baik guru, staf dan peserta didik mengerti bahwa anak adalah aset masa depan kita, sehingga saya menginginkan pendidikan itu berjalan dua arah dari kami pihak sekolah dan dari orang tua, sehingga mampu mengantarkan anak-anak kita ke pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya. (Aliando)
