Lampung Utara

Cangget Bakha Lampura Masuk 10 Besar Nominasi Anugerah Kebudayaan HPN 2026

296
×

Cangget Bakha Lampura Masuk 10 Besar Nominasi Anugerah Kebudayaan HPN 2026

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara, Metrodeadline – Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis diagendakan akan mengikuti presentasi kebudayaan di Jakarta pada 8 – 9 Januari 2026. Dengan mengusung Cangget Bakha sebagai salah satu kegiatan kebudayaan di Lampung Utara yang diikutkan pada anugerah Kebudayaan Nasioanal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Kepala Dinas Kominfo, Gunaido Uthama  membenarkan rencana agenda Bupati, Hamartoni Ahadis yang akan mengikuti jadwal panitia kebudayaan PWI pusat yakni presentasi kebudayaan,

“Alhamdulillah Cangget Bakha yang didaftarkan melalui Dinas Kebudayaan masuk sepuluh besar, dan berdasarkan tahapan selanjutnya yakni presentasi Pak Bupati pada 8 – 9 Januari 2026 mendatang dijadwalkan akan mengikuti tahapan tersebut,” kata Gunaido Uthama saat dihubungi via ponselnya, (5/1).

Gunaido Uthama kembali menjelaskan materi presentasi secara takhnis sedang dimatangkan oleh Dinas Kebudayaan, Kominfo, DKLU, dan PWI Lampura,

“Mudah-mudahan tidak ada perubahan dan yang pastinya Bapak Bupati, Hamartoni Ahadis siap mengikuti tahapan presentasi tersebut, kita doakan saja agar harapan kita bersama Cangget Bakha dapat meraih anuggerah kebudayaan pada Hari Pers Nasional (HPN) nanti,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 10 Kepala Daerah dari beberapa wilayah Indonesia mulai dari Labuhan Batu, Sumatera Utara, hingga Manokwari, Papua Barat siap mengikuti tahap presentasi anugerah kebudayaan PWI Pusat.

Tahapan ini menjadi penentu sebelum penyerahan Trofi Abyakta pada puncak HPN 2026 di Banten pada 9 Februari 2026 mendatang. Presentasi dilakukan untuk menguji sejauh mana para Bupati dan Wali Kota serta mengimplementasikan program pemajuan kebudayaan di daerah masing-masing, sesuai topik yang diajukan dalam proposal.

Direktur anugerah seni dan kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan bahwa kesepuluh Kepala Daerah tersebut dipilih secara ketat oleh dewan juri setelah menelaah proposal dan dokument pendukung yang sangat komprehensif.

“Berkas yang dinilai meliputi Proposal Utama, Video Kegiatan, Dokumen Pokok Pikiran, Kebudayaan Daerah (PPKD), Peraturan Daerah, Tautan Pemberitaan Media, Hingga Dokumentasi Foto, totalnya bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman,” ujar Yusuf, yang telah menangani anugerah kebudayaan PWI pusat sejak HPN 2016 di Lombok.

Untuk memastikan keabsahan dan kedalaman program, para kandidat diwajibkan mempresentasikan langsung gagasan dan capaian kebudayaan di hadapan dewan juri di Kantor PWI Pusat.

Dewan juri anugerah kebudayaan PWI 2026. Dewan juri AK PWI-HPN 2026 berjumlah 5 orang, berasal dari kalangan Seniman, Budayawan, Akademisi, dan Pimpinan Pers Nasional.

(*/Aw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!