Lampung Utara

Dugaan Malpraktik RSU Handayani Kotabumi Akibatkan Pasien Jalani Operasi Hingga Empat Kali

977
×

Dugaan Malpraktik RSU Handayani Kotabumi Akibatkan Pasien Jalani Operasi Hingga Empat Kali

Sebarkan artikel ini

 

Lampung Utara, Metrodeadline – Oknum Dokter Rumah Sakit (RS) Handayani Kotabumi Kabupaten Lampung Utara diduga melakukan malpraktik pada pasien penderita Hemoroid, hingga pasien merasakan empat kali operasi akibat kesalahan operasi Hemoroid di RS Handayani.

Kejadian bermula saat pasien Rizky (38), sekitar tanggal 7 Juni 2025 mengalami sakit ambeien dan berobat di RS Handayani, pasien divonis Dokter JM sudah stadium akhir sehingga pasien harus menjalani operasi,

“Karena sudah tidak tahan lagi ingin segera sumbuh akhirnya saya ikuti perkataan dokter untuk menjalani operasi,” ucapnya. Selasa (9/12)

Pasca operasi tersebut, pasien justru merasakan sakit yang semakin parah sehingga pasien yang merupakan peserta BPJS diminta untuk membeli obat di apotek,

“Setelah di operasi saya merasakan sakit apalagi saat merasakan ingin buang air besar, ternyata jahitannya hampir menutupi anus, kemudian istri saya diminta untuk membeli obat dengan resep dokter untuk meredakan rasa sakit tersebut padahal saya menggunakan BPJS,” terang Rizky

Rizky juga menjelaskan bahwa setelah satu pekan berlalu pasca operasi, dirinya belum bisa Buang Air Besar (BAB), dr. JM hanya menyarankan konsumsi buah, kemudian mengarahkan untuk melakukan pemeriksaan kepada dr. DH spesialis penyakit dalam,

“Saat diperiksa dokter penyakit dalam ternyata hasilnya terdapat banyak gas didalam perut, jadi diusulkan untuk berobat ke RS. Urip Sumoharjo Bandar Lampung,” kata Rizky.

Kemudian perobatan berlanjut ke RS Urip Sumoharjo, ternyata hasil operasi sebelumnya lubang anus rusak mencapai 80%, yang diduga disebabkan terlalu banyak jahitan, dan akhirnya pasien kembali menjalani operasi hingga tiga kali di RS Urip Sumoharjo, mulai dari perbaikan hasil operasi sebelumnya hingga operasi pada bagian colostomy untuk membuang bagian anus yang telah rusak.

“Sangat disayangkan RS. Handayani Kotabumi dokternya berani  mengambil kesimpulan untuk melakukan tindakan operasi yang kemungkinan bukan dokter spesialis Hemoroid, jadi rusak hasilnya,” tutur Rizky dengan nada kekecewaan.

“Harapan saya pihak RS Handayani harus bertanggung jawab atas kejadian yang saya alami, sampai saat ini. Jika tidak ada kesalahan tindakan dari operas, saya tidak mungkin merasakan operasi colostomy, ini artinya saya sudah cacat,” pungkasnya.

(*/Aw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!