Lampung Tengah, 19 November 2025 – Dalam rangka meningkatkan keselamatan masyarakat di jalan raya serta kemampuan dalam memberikan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan, telah diselenggarakan kegiatan Pelatihan Safety Riding dan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat) yang berlangsung di Aula Desa Lempuyang Bandar, Lampung Tengah. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat yang tinggal di kawasan rawan kecelakaan serta aparat desa, dan menghadirkan pemateri dari Tim Medis, Jasa Raharja, serta Satlantas Polres Lampung Tengah.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya komprehensif berbagai pihak untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas dan fatalitas korban, khususnya di wilayah pedesaan yang sering menjadi jalur penghubung dengan mobilitas tinggi. Kolaborasi lintas sektor ini berfokus pada dua aspek penting: pencegahan melalui edukasi keselamatan berkendara, serta penanganan melalui pelatihan pertolongan pertama saat kecelakaan terjadi.
Tim Satlantas memberikan pemahaman mendalam mengenai tata cara berkendara yang aman, termasuk kewajiban menggunakan perlengkapan keselamatan, pentingnya kelengkapan kendaraan, serta perilaku berkendara yang mematuhi peraturan. Penjelasan juga mencakup faktor penyebab kecelakaan yang sering terjadi di wilayah Lampung Tengah, seperti kelalaian pengendara, kecepatan berlebih, serta kondisi jalan yang kurang memadai.
Pada sesi berikutnya, tim medis memberikan pelatihan mengenai tindakan pertolongan pertama yang benar dan cepat untuk korban kecelakaan. Materi mencakup penilaian awal kondisi korban, teknik menghentikan pendarahan, penanganan patah tulang, teknik pemindahan korban yang aman, hingga cara menghubungi layanan darurat dengan informasi yang akurat.
Simulasi penanganan korban kecelakaan menjadi bagian yang paling menarik perhatian peserta. Mereka dilatih untuk tetap tenang, bertindak sesuai prosedur, dan mengutamakan keselamatan diri sebelum membantu korban.
Disis lain, Jasa Raharja memberikan edukasi mengenai perlindungan dasar bagi korban kecelakaan, pengetahuan tentang santunan, dan mekanisme klaim. Selain itu, Jasa Raharja menekankan pentingnya upaya preventif untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal bagi keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini mendapat respons positif dari masyarakat dan aparat desa yang hadir. Peserta terlihat antusias saat melakukan simulasi PPGD dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kondisi riil yang sering mereka hadapi di jalan.
Nila Febrianty, SE., CHRM., selaku Kepala PT Jasa Raharja Cabang Metro berharap bahwa pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman sesaat, tetapi juga menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Dengan meningkatnya kemampuan masyarakat dalam berkendara dengan aman serta memberikan bantuan darurat dengan tepat, angka kecelakaan dan tingkat fatalitas di Lampung Tengah diharapkan dapat menurun secara signifikan.
Selain itu, kegiatan seperti ini menjadi langkah nyata dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas yang dimulai dari tingkat desa, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas dan berkesinambungan.

