Kota Metro

Metro Gempar: Rekrutmen THL Diduga Bermasalah, Uang Puluhan Juta Melayang

911
×

Metro Gempar: Rekrutmen THL Diduga Bermasalah, Uang Puluhan Juta Melayang

Sebarkan artikel ini

 

Metro, Metrodeadline.com – Dengan membuka Posko Asta Cita di Kota Metro menjadi langkah strategis ketua DPC Gerindra Kota Metro sekaligus menjadi ketua pelaksana Asta Cita Presiden Prabowo di Daerah Drs. Hi. Sudarsono, M.M.. dalam mengungkap kejanggalan-kejanggalan yang kini tengah menjadi momok dalam penerimaan Tenaga Harian Lepas (THL) di Kota Metro, Kamis (20/11/2025)

Dikatakan ketua DPC Gerindra Kota Metro sekaligus menjadi ketua pelaksana Asta Cita Presiden Prabowo di Daerah H. Sudarsono, bahwa Posko Asta Cita kini telah menerima ratusan penipuan THL di Kota Metro.

“Asta Cita yang kita laksanakan adalah tentang THL dugaan korupsi, karena ada pemalsuan SK dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Ironisnya, sejumlah THL yang kini telah diangkat ramai dari luar Kota Metro.

“Kedua kita juga menemukan perpanjangan SK tahun 2025 katanya perpanjangan dari tahun sebelumnya tapi kenyataannya enggak ada yang diduga jumlahnya ratusan,” katanya.

“Ada juga yang pegang SK tapi sampai hari ini enggak dapet kerjaan, ada juga SK kerja itu tahun 2025 tapi SKnya 2024” imbuhnya.

Kini pihaknya sedang menghitung jumlah kerugian negara dengan adanya THL yang melanggar undang-undang nomor 20 tahun 2023.

“Kami sudah melaporkan ke ketua DPD yang kebetulan Gubernur Lampung,  sepertinya sekarang sudah ke ranah hukum,” jelasnya.

Selain itu, orang yang akrab disapa pak Darsono itu kini tengah memburu jumlah presentase fisik yang tidak tercapai di Kota Metro mencapai angka 20%.

“Enggak boleh idealnya 30an persen, fisik enggak ada akhirnya ini Walikota saya pertanyakan berani enggak menaikan fisik berdasarkan peraturan yang ada. Karena kalau fisik itu besar perubahannya kan jelas to tapi kalau hanya untuk belanja non fisik contohnya THL ini, THL ini digaji oleh OPD yang mengambil dari dana operasional ini kan pemborosan luar biasa enggak boleh berdasarkan inpres nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi anggaran,” ungkapnya.

“Kita melaksanakan tugas ini enggak main-main, kita ini disumpah di Hambalang oleh Presiden Prabowo dan ketua DPD apapun resikonya. harus tegas dalam melaksanakan Asta Cita Presiden Prabowo,” terang Sudarsono.

Sementara itu Sudarsono juga menyampaikan, bahwa timnya kini tengah mewujudkan program Indonesia maju, rakyat senang, dan rakyat makmur.

“Rata-rata yang ditipu itu Rp.40.000.000 (empat puluh juta rupiah) bahkan kabarnya ada yang dijanjikan P3K itu dugaannya, ada yang ngomong udah kena ratusan juta dan yang narikin duit itu udah enggak ada lagi orangnya,” pungkas Drs. Hi. Sudarsono, M.M.. (Aliando)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!