Lampung Timur, Metrodeadline.com – Anggota DPRD Provinsi Lampung daerah pemilihan VIII Lampung Timur Hj. Diah Dharma Yanti, SH. MH. Menggelar sosialisasi pembinaan ideologi pancasila dan wawasan kebangsaan di Rumah bapak Turut dusun IV Desa Sidodadi Pekalongan Lampung Timur, Sabtu (8/11/2025)
Dikatakan Anggota DPRD Provinsi Lampung Dapil VIII Lampung Timur Hj. Diah Dharma Yanti, SH. MH., bahwa nilai-nilai Pancasila kini terjadi pergeseran di masyarakat.
“Misalnya, jika dulu anak disuruh belajar nurut, kini anak sudah berani membantah orang tuanya. Dengan sesama tetangga, dulu masyarakat saling gotong royong membersihkan selokan kini sudah bergeser, gotong royong digantikan dengan membayar seseorang untuk membersihkan selokan,” ujarnya.
Ia menuturkan, mengembalikan nilai Pancasila menjadi tugas bersama dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
“Bergesernya nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya akibat dari masuknya pengaruh luar yg bersumber dari teknologi. Internet dan media sosial yang setiap hari diakses oleh anak-anak tanpa kontrol,” jelasnya.
Menurutnya, penggunaan gadget tanpa kontrol pada anak-anak sangat berpengaruh, karena internet menyajikan bukan saja hal-hal yang baik, tetapi banyak tayangan negatif yg bisa dilihat kapan saja.
“Oleh sebab itu, peranan orang tua dalam mendampingi anak-anak mengakses internet sangat penting. Orang tua harus sering mengontrol anak-anak pada ponselnya. Mengajak dialog dg anak, dan mengarahkan anak untuk tegak lurus pada cita-citanya. Dengan cara itu maka moralitas anak akan tetap terarah dengan baik,” tuturnya.
“Anak-anak harus dibekali dengan wawasan kebangsaan. Terhadap perbedaan yang ada dimasyarakat, misalnya beda suku, beda agama jangan sampai menimbulkan gesekan yang mengarah perpecahan. Saling mengejek, perundungan,” imbuhnya.
Terlihat hadir Kepala Desa Sidodadi Agus Sarwoko dalam kegiatan yang sama pihaknya berharap, agar masyarakat menyimak apa yang disampaikan oleh narasumber.
“Sebab pergeseran nilai-nilai Pancasila saat ini memang nyata terjadi di masyarakat. Banyak warga masyarakat yg ribut antara suami istri akibat kurangnya pengertian dan pemahaman hak dan kewajiban sebagai suami dan sebagai istri. jangan sampai masyarakat desa Sidodadi yang saya pimpin ini rumah tangganya tidak tentram,” ungkapnya.
“Kepada masyarakat Sidodadi, sosialisasi ini menjadi jalan masuk adanya nilai-nilai dari Pancasila yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya. (Aliando)
