TANGGAMUS, Metrodeadline.com – Untuk meningkatkan kualitas pengajaran di tingkat pendidikan dasar yang disepakati forum lintas sektor di Kabupaten Tanggamus. Terdapat sebuah usulan strategis yang merekomendasikan alokasi 5 persen dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) PAUD untuk program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) yang dikhususkan bagi guru Sekolah Dasar (SD/MI) dan PAUD (TK/RA), Rabu (10/9/2025)
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Rapat Koordinasi dan Advokasi di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus pada Selasa (9/9/2025).
Adapun Inisiatif yang digagas oleh Tim KREASI (Kolaborasi untuk Edukasi Anak Indonesia) LP Ma’arif NU bersama Save the Children, mendapat dukungan penuh dari para pemangku kebijakan, termasuk perwakilan Pemda, Dinas Pendidikan, dan Kemenag Tanggamus.
Ketua LP Ma’arif NU Tanggamus, Dr. Hj. Sundusiah mengatakan, usulan tersebut berfokus pada jenjang SD dan PAUD karena merupakan fondasi pendidikan.
“Upaya advokasi ini kami lakukan berdasarkan hasil rapor pendidikan yang perlu ditingkatkan. Kami percaya, solusi utamanya adalah dengan memperkuat porsi anggaran untuk pengembangan kompetensi guru di tingkat dasar, agar kualitas pengajaran di kelas dapat menjadi lebih baik,” ujarnya.
Adapun usulan alokasi 5 persen tersebut dirumuskan setelah forum mengidentifikasi implementasi PKB bagi guru SD dan PAUD di lapangan yang dinilai belum optimal.
“Selain itu disepakati juga pentingnya perencanaan PKB yang berbasis data rapor pendidikan serta peningkatan pendampingan dari pemerintah,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanggamus, Supriatno, M.Pd., menyambut baik usulan yang fokus pada peningkatan kualitas guru di jenjang pendidikan dasar.
“Kami berterima kasih karena forum ini telah mempertemukan para pemangku kebijakan dengan perwakilan sekolah untuk bersama-sama lebih cermat dalam mengalokasikan dana, khususnya untuk guru SD dan PAUD,” kata Supriatno.
Selain itu Dihubungi secara terpisah, Direktur Program KREASI LP Ma’arif PBNU, Dr. Suardi, berharap inisiatif tersebut dapat menjadi model nasional.
“Apa yang dilakukan di Tanggamus adalah contoh kolaborasi yang konstruktif. Kami berharap ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain dalam merumuskan kebijakan anggaran yang lebih berpihak pada kualitas guru di tingkat dasar,” ungkapnya.
“Hasil rekomendasi forum ini akan diusulkan secara resmi kepada pemerintah pusat melalui pemerintah daerah untuk dapat ditindaklanjuti dalam bentuk regulasi,” pungkasnya. (Aliando)
