
Lampung Utara, Metrodeadline.com – Ceceran limbah penggilingan singkong atau biasa disebut onggok disepanjang jalan di Lingkungan Fajaratu, Kelurahan Kotabumi Ilir, Kecamatan Kotabumi sangat meresahkan warga yang melintasi jalan tersebut. Pasalnya, onggok tersebut diangkut menggunakan kendaraan besar dan bermuatan melebihi kapasitas. Selain meresahkan, tentunya ceceran onggok tersebut dapat membahayakan jiwa pengendara kendaraan roda dua. Bau yang menyengat dan jalan raya menjadi licin, apalagi dalam keadaan musim penghujan saat ini.
Salah satu masyarakat setempat, Adi (49) mengeluhkan kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun pemerintah setempat terkesan bungkam dan acuh terhadap kondisi yang semakin hari semakin menjadi. Sementara pihak pengelola maupun pabrik, yakni PT. TWBP Kalicinta yang mengeluarkan onggok pun terkesan tutup mata.
“Ini sudah meresahkan kami sebagai pengguna jalan disini, dampak dari onggok yang tumpah menyebabkan jalan jadi licin dan menimbulkan bau tidak sedap,” ungkapnya saat melintasi jalan tersebut, Senin (18/3)
Menurut dia, pihak yang membeli onggok di pabrik singkong PT TWBP seharusnya harus mengikut aturan yang ada, jangan mengangkut onggok melebihi kapasitas muatan kendaraan. Sehingga jika melebihi kapasitas muatan berdampak tumpahnya onggok dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan.
Sementara Lurah Kotabumi Ilir, Mulya Marsuki pula sangat menyesalkan kejadian tumpahnya onggok disepanjang jalan. Dirinya berharap pihak pabrik, pengelola dan petani onggok yang membeli dapat mengikuti aturan yang ada, sehingga muatan pengangkut onggok tidak melebihi kapasitas. Tindakan egosentris yang hanya mementingkan kepentingan pribadi dalam berusaha, jangan sampai membahayakan pengendara. Apalagi muatan yang berlebihan dapat merusak jalan.
“Kami berharap pada pihak pabrik dan pengelola dapat menertibkan kondisi ini, sehingga tidak terulang lagi,” tukasnya.
(Aw)
