antrian mobil angkuta Batu bara
Muba,metrodeadline.com- Aktivitas dermaga dan lalu lalangnya puluhan armada batubara milik PT Ocean di Desa Air Itam kecamatan Sanga Desa telah menjadi sumber gangguan bagi pengguna jalan dan masyarakat setempat.
Kegiatan dermaga batubara hingga menyebabkan antrian panjang puluhan truk armada batubara yang mengakibatkan sembarangan parkir di bahu jalan Sekayu-Lubuklinggau yang menimbulkan tingginya tingkat resiko kecelakaan.
Para pengemudi kendaraan mengeluhkan bahwa armada batubara yang masuk dan keluar dari dermaga tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga pemicu kotornya jalan.
“Kendaraan batubara ini sembarangan parkir tentunya sangat menganggu lalu lintas, ini sangat bahaya kalau jadi kecelakaan gimana. Selain itu akibat lalu lalangnya kendaraan batubara jalan-jalan kotor,berdebu dan banyak gumpalan tana dan batu” ujar Rudianto salah satu pengguna jalan saat sedang melintas di area dermaga tersebut, Sabtu (16/03/24).
Masyarakat Air Itam menuntut tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengatasi gangguan tersebut, termasuk pengawasan ketat terhadap aktivitas di dermaga batubara.
“Kami meminta agar pihak berwenang diharapkan segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini, termasuk penegakan aturan lalu lintas yang lebih ketat bagi armada batubara dan upaya untuk meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan,” ujar salah satu masyarakat Air Itam.
Sementara itu, Kepala Desa Air Itam Syamsul Bahri dirinya berharap agar pihak Subcont PT Ocean maupun PT Astaka Dodol memikirkan dampak lingkungan yang di timbulkan akibat aktivitas dermaga dan armada batubara.
“Jangan janji-janji manis terus sampai saat ini belum terealisasi, tolong pikirkan masyarakat Air Itam yang terkena dampak dan berdayakan SDM masyarakat sini kalau cuma janji manis terus jangan salahkan kami jika nanti kami meminta tutup kegiatan dermaga itu,” ujarnya singkat saat dibincangi wartawan media ini di kediamannya. (Awam)
