
LAMPUNGTENGAH – Dunia pendidikan di Lampung Tengah (Lamteng) saat ini mengalami kemunduran. Salah satunya, faktornya adalah pembangunan fasilitas pendidikan tidak merata.
Dimana banyak kondisi sekolah-sekolah di Lamteng sangat memperhatikan. Selain membahayakan bagi siswa dan guru pengajar, hal ini juga membuat tidak adanya kesetaraan sarana maupun prasarana bagi siswa di kabupaten tersebut.
Dari kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lamteng kini minim mencetak siswa berprestasi. Hal ini harus menjadi perhatian serius agar dunia pendidikan di kabupaten berjuluk Beguwai Jejamo Wawai semakin baik dan maju.
Salah satu Kepala SDN 1 Gunungagung, Agnes Sumartini menjelaskan, kegiatan belajar mengajar (KBM) di musola tersebut sudah berjalan bertahun-tahun. “KBM yang kami laksanakan di musola ini sudah berjalan bertahun-tahun,” katanya.
Dia menjelaskan, di sekolahnya, ada 167 anak dari kelas satu sampai enam. Dari jumlah itu, kelas lima ada dua kelas. Artinya, dibutuhkan tujuh ruang kelas untuk KBM.
“Dari 167 anak itu dibagi menjadi tujuh kelas. Karena siswa kelas lima jumlahnya banyak dan dibagi menjadi dua kelas yaitu 5A dan 5B. Karena itu, terpaksa kita gunakan musola untuk mencukupi ruang kelas,” katanya.
Dia juga menjelaskan, pihaknya sudah berkali-kali sampaikan keluhan sekolahnya tersebut ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Tengah. Namun, hingga saat ini belum mendapatkan respon.
“Sudah berkali-kali kita ajukan keluhan ke Dinas, namun sampai saat ini belum ada respon apapun,” jelasnya.
Selain kurangnya ruang belajar, lanjut Kepsek, kantor Kepsek dan ruang guru harus campur menjadi satu dengan ruang perpustakaan.
“Bahkan, kantor kepsek dan ruang guru di sekolah ini harus menjadi satu ruangan dengan perpustakaan karena tidak ada ruang lagi yang bisa kami gunakan,” imbuhnya.
Terpisah, saat meminta tanggapan dari Disdikbud sangat disayangkan Plt Kepala Dinas Disdikbud Lamteng Nurohman tidak pernah ada di kantor. Dimana selama menjadi Sekretaris hingga menjadi Plt Kepala Dinas Disdikbud, Nurohman sangat jarang berada dikantor.
Hal itu, dibenarkan oleh tenaga honorer Disdikbud Lamteng yang menerima tamu. “Gak ada dikantor pak Nurohman nya. Jarang dikantor pak,” katanya. (*)
