
GUNUNGSUGIH – Rasa kecewa dan putus asa, masih menyelimuti para tokoh dan kader PKB Lampung Tengah (Lamteng) dengan sikap diktator Ketua DPC PKB Lamteng Ardito Wijaya. Pasalnya, penentuan nomor urut yang asal diberikan jadi gejolak dan perpecahan ditubuh partai tersebut.
Dengan segala perjuangan yang telah dilakukan, para kader PKB Lamteng dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) masih memiliki jurus jitu yaitu akan melakukan demo (istighosah) yang direncanakan akan berlangsung di Kantor DPC PKB Lamteng.
Mekanisme atau jadwalnya sendiri, Ketua Dewan Syuro PKB Lamteng Slamet Anwar menjelaskan bahwa para pengurus Partai PKB Lamteng dan NU masih menunggu tahap perbaikan nomor urut dari KPU.
“Istighosah ini akan kami lakukan. Dimana ini jalan terakhir atau kami rasa yang terbaik untuk menegakkan keadilan dan rasa kemanusiaan yaitu kami akan mengetuk pintu langit dengan memohon kepada Allah SWT orang yang sewenang-wenang ini akan diberikan balasan ataupun hidayah,” kata Slamet Anwar, Sabtu (17/06/2023).
Dengan sikap diktator, lanjut Slamet Anwar sangat memberikan rasa kecewa kapada seluruh kader dan pengurus NU. Dimana perjuangan selama ini tidak dihargai dan dirusak oleh orang baru.
“Kami akan menjerit sekencangnya untuk perjuangan ini. Agar PKB Lamteng terus kompak dan tidak ada yang dizholim. Karena ini akan menjadi kehancuran apabila tidak kita lawan,” tegasnya.
Slamet Anwar berharap masih ada sifat saling menghargai dari Ketua DPC PKB Lamteng Ardito Wijaya. Sehingga, dapat duduk bersama dan bermusyawarah.
Dengan begitu, lanjut Slamet Anwar, permasalahan atau problem ini bisa selesai. “Kalau tidak ada perubahan saya orang pertama yang siap melawan kesewenang-wenangan ini. Saya juga telah dipanggil Ketua DPW PKB Lampung, agar sabar menunggu. Tapi kalau tetap tidak ada perubahan saya siap lawan,” pungkasnya. (*)
