
LAMPUNG SELATAN, metrodeadline.com- Demi memudahkan keluarganya beribadah, Nyoman Supat Widye membangun pura keluarga didepan rumahnya di rt 5 rw 5 dusun purwotani 2 , Desa Baliagung Kecamatan Palas Kabupaten Lampung Selatan. “Selasa (20/12/2022)
Di Desa tersebut walau bukan mayoritas menganut agama hindu hanya 50% beragama Hindu Bali dan Beragama Islam suku jawa, Nyoman Supat Widye membangun tempat ibadah tersebut agar lebih mudah dan deket rumah , untuk Peresmian itu langsung dipimpin oleh Empu Jaye Tarame Wisise (Pemuka Agama Bali) dari Belitang Bk.10 Ogan Komering Ulu Timur (Okut) Sumsel .
Prosesi peresmian pura keluarga pasek gel gel songan tersebut, dilakukan dengan tradisi adat Bali. Berlangsung pada selasa (20/12/2022) siang. Pihak keluarga dan tamu undangan pun pun berdatangan untuk meramaikan kegiatan peresmian pura itu yang diisi dengan gamelan khas Bali dan tari-tarian Bali.
Turut hadir Dalam prosesi peresmian pura tersebut, Bupati Lamsel Nanang Ermanto , Camat Palas Rosalina, Kapolesk Palas Andi Yunara SH. Danramil , Uspika Palas dan sejumlah Perangkat Desa Sekecamatan Palas.
Bangunan pura tersebut tampak megah dan ukir -ukiran yang semuanya terbuat dari coran semen. Pengukirnya dari warga lokal lampung yang sudah keliling mengukir di di sejumlah wilayah di Lampung yakni Wayan Ukir bersama rekan-rekan.
Waktu yang diperlukannya untuk menyelesaikan Pura yang cukup besar ini menghabiskan waktu selama 1Tahun, Pengukir ini sendiri sudah punya skil.
Pura keluarga tersebut kini resmi bisa digunakan keluarga untuk beribadah. Keluarga pun merasa senang lantaran, kini dia bisa membuat Pura sendiri.
“Ya dengan jerih payah, akhirnya pura ini selesai kami buat untuk mempermudah kami (keluarga) melaksanakan ibadah. Kalau sebelumnya cuma kayu biasa tapi sekarang sudah permanen dan besar,” kata Nyoman Supat Widye kepada metrodeadline.com.

“Tempat ini selalu disucikan dan juga ada ketentuan seperti perempuan haid, keguguran tidak boleh masuk, karena area ini sudah disucikan semua, makanya pondasi bangunan nya ditinggikan dan di pagar,” katanya.
Pura ini juga sudah bisa digunakan setelah disucikan, Sehingga pihak keluarga bisa beribadah dengan mudah dan nyaman. Setelah proses peresmian maka bisa dipergunakan bersama hingga anak cucun kelak, agar mereka kini merasa lebih nyaman.

Dengan demikian sekedar diketahui, usai peresmian itu juga dirangkai dengan sejumlah kegiatan seni bali dengan tarian penutup yaitu Topeng Side karye.(suyetame)
