Pengadaan Lahan SMPN 2 Sukadiri Tangerang Disoal Warga

Tangerang – Pengadaan lahan untuk SMP Negeri 2 Sukadiri yang saat ini tengah berjalan diduga kuat beraroma Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Hal tersebut diungkapkan Asep Setiadi SH. Ketua Umum Lembaga Swadaya Masyarakat Garda Perjuangan Rakyat Untuk Keadilan dan Kemakmuran (LSM GPRUKK) di ruang kerjanya, Kamis (13/10/2022).

BERPOTENSI RUGIKAN KEUANGAN NEGARA KETUA UMUM LSM GPRUKK SOROTI PENGADAAN LAHAN SMP NEGRI 2 SUKADIRI

Menurutnya terdapat berbagai keluhan serta pengaduan masyarakat terhadap area yang telah di pilih untuk pembangunan sarana gedung pendidikan SMP Negeri 2 MAUK yang dinilai sangat tidak strategis sehingga sulit terjangkau dan mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sukadiri.

Diketahui untuk pengadaan SMP Negeri tersebut di nilai pilihan zona wilayah yang tidak respresentatif terhadap masyarakat dimana zona yang dipilih adalah wilayah di perbatasan antara Sukadiri dan Sepatan.

“Jika mengacu kepada aturan dan peraturan tentang sistem zonasi sabagimana di atur dalam permendikbud RI No 17 tahun 2017 tentang penerimaan siswa baru yang termuat dalam pasal 15 ayat 1 dimana pasal tersebut menyebutkan tentang jumlah penerimaan siswa terdekat paling sedikit 90 % sedangkan area yang di pilih berdekatan dengan perbatasan Kec.sepatan yang akhirnya bagi warga calon siswa khsusnya masyarakat sukadiri baik yang berada di desa buaran jati, desa sukadiri karang serang pekayon rawa kidang tentunya menjadi calon siswa pada jarak zonasi yang tidak terprioritaskan,”ungkapnya.

Lanjut Asep mengatakan bahwa hal ini tentunya menjadi persoalan baru di kemudian hari bagi dunia pendidikan, khusunya bagi calon siswa yang ingin menempuh pendidikan di sekolah negeri.

Di tambah lagi dalam proses pengadaan lahan tersebut di duga kuat sangat sangat berpotensi dapat merugikan keuangan negara hal tersebut dapat terlihat dengan indeks harga beli tanah yang sangat fantastis sehingga kami menduga terjadi mark up dalam pembelian tanah tersebut.

“Dimana harga permeter untuk tanah yang terletak di desa kosambi  sebesar Rp.4, 5 juta untuk tanah yang berada di muka depan sementara untuk  di belakang sebesar Rp.3 juta per meter,”paparnya.

Menurut sudut pandang  tentunya harga tersebut sangat lah tidak lazim sehingga dalam pengadaan lahan tersebut patut diduga telah terjadi persekongkolan untuk mendapatkan keuntungan semata dalam pengadaan lahan untuk SMPN 2 Sukadiri.

Sampai berita ini di turunkan belum ada klarifikasi resmi baik lisan atau pun tertulis dari pihak- pihak yang berkepentingan di dalam pengadaan lahan SMP N 2 Sukadiri ini.(NURDIN)

You might also like

error: Content is protected !!