Masyarakat Mulai Cemas, Bahaya Mercury Hasil Pembakaran Emas PETI Berada Dilingkungan Tempat Tinggal

Bungo_ Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang begitu banyak dikabupaten bungo, sehingga menarik pebisnis emas ilegal mealakukan bisnisnya. Selain para penambang, penampung atau pembeli emas ilegal ini juga semakin banyak.

Padahal, Kapolda Jambi, Kapolres Bungo, Bupati, sudah sangat sering melarang aktivitas PETI dan jual beli emas PETI. Beberapa bulan lalu Tim dari Polda Jambi didampingi Tim dari Polres Bungo telah menahan beberapa orang pelaku pembeli dan penampung emas PETI yang berlokasi didusun sungai arang dan pasar bungo.

Seperti di dusun Tanjung Agung, kegiatan jual beli emas PETI dilakukan setiap hari. Sayangnya,para pembeli/penampung emas PETI ini langsung membakar emasnya atau menghilangkan raksa (mercury) dilokasi transaksi. Yang bisa berdampak negatif kepada masyarakat sekitar.

Selain adanya larangan tentang kegiatan jual beli emas PETI, limbah dari cerobong asap yang mengandung mercury ini harus dirasakan oleh masyarakat sekitar. Setiap hari udara dari mercury dihisap oleh masyarakat sekitar.

Milik saudara A misalnya, lokasi pembakaran berada didekat lingkungan tempat tinggal masyarakat. Setiap hari terjadi pembakaran emas yang artinya setiap hari juga asap limbah mercury berterbangan diudara, yang pelan pelan terhisap oleh masyarakat.

Kepada media kabarreskrim.net beberapa orang penduduk sekitar bercerita, bahwa mereka sangat takut akan dampak kedepan dari limbah mercury hasil pembakaran emas.

“Mereka mau beli emas itu urusan mereka, kami tidak peduli apalagi melarang. Biarlah itu urusan aparat penegak hukum. Cuma, yang kami khawatir adalah limbah dari pembakaran. Limbah raksa itukan beracun, memang tidak langsung dirasakan sekarang, tapi besok besok terasa” ucap S

“Kalau kami ini sudah tua, tinggal nunggu giliran dipanggil malaikat. Tapi, anak anak yang masih muda yang masih kecil kasihan besok mereka akan menanggung dampak dari racun tersebut.” Sambung S

Selain S, saudara H juga mengatakan hal serupa. “Masalah legal atau ilegal itu bukan urusan kami, kita sama sama bekerja mencari uang, tapi jangan orang lain jadi korban. Kami minta kepada aparat penegak hukum untuk menindak lanjutinya” ujar H

“Mereka mau bakar emas terserah, itu urusan aparat penegak hukum. Kami cuma ingin aktivitas pembakaran emas jangan berada dilingkungan tempat tinggal. Kami minta pak kapolsek segera menindak lanjutinya” tambah H

Untuk diketahui, saudara A membeli emas dan membakar emas berada didusun tanjung agung tepatnya dikampung solok, didekat jembatan gantung. Sebelumnya A membakar emas tidak jauh dari Pasar tanjung agung.

Sekedar info: mercury atau metyl atau Raksa merupakan bahan kimia berbahaya.
Pelepasan senyawa merkuri paling cepat melalui udara,air tanah. Dari paparan pelepasan senyawa merkury tersebut itulah kemudian yang banyak menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi manusia.

Bahaya Merkuri Bagi Manusia:
1.Keracunan
Manusia bisa mengalami keracunan merkury, seperti menghirup udara dari merkuri secara langsung atau bisa melalui sistem rantai makanan.
2.Gangguan Kesehatan
Bahaya merkuri pada tubuh manusia bisa mengakibatkan gangguan fungsi saraf, paru-paru, hati, ginjal dan jantung.
3.Menghambat Perkembangan Janin
Merkuri organik dari bentuk metyl mercury bisa masuk ke dalam plasenta dan menghambat perkembangan janin pada wanita yang sedang hamil. Hal ini dapat mengakibatkan cacat bawaan pada bayi, merusak DNA dan mengganggu aliran darah yang menuju otak, sehingga menyebabkan kerusakan pada jaringan otak.(Abun Yani)

You might also like

error: Content is protected !!