Camat Rajeg Blokir WhatsApp Wartawan Saat Dimintai Tanggapan Proyek Normalisasi

Adanya dugaan anti kritik yang di lakukan oleh H. Ahmad Patoni selaku Camat Rajeg Kabupaten Tangerang Provinsi Banten bukanlah tanpa alasan.

Hal tersebut bermula dengan adanya pemberitaan media cetak dan online harian metro deadline edisi Sabtu (17/09/2022),  yang mana mengangkat tema “PROYEK NORMALISASI ALIRAN AIR NUANSA SUKATANI DI DUGA BERMASALAH DAN ABAI KAN K3”

Alih alih mendapat tanggapan justru malah sebaliknya ketika di mintai tanggapan terkait kegiatan tersebut Camat Rajeg tak kunjung memberikan tanggapan bahkan berujung kepada adanya pembelokiran nomor whatsapp wartawan yang hendak meminta konfirmasi dan tanggapan terkait upaya pengawasan dan evaluasi yang di lakukan oleh kuasa pengguna anggaran dalam rangka pengawasan internal.

Sikap yang di tunjukan oleh Camat Rajeg tersebut di duga kuat adalah merupakan sikap pemimpin dan pejabat publik yang anti kritik.

Tentunya hal tersebut menuai tanggapan beragam di kalangan jurnalist dan aktivis Di Kab.Tangerang, Herman Arab salah satu aktivis kab.tangerang yang di temui di ruangan kerjanya senin 19/09/2022.

Ia menyayangkan hal tersebut menurutnya sikap yang di pertontonkan oleh Camat Rajeg ini sangat lah tidak patut

 Tentunya di dalam menjalan kan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan publik harus bersifat tegas, handal, cepat,tepat dan profesional.”semuanya harus transparan
Tidak mempersulit,dan
Membuka diri, bersikap simpatik, dan bersedia menampung berbagai kritik, protes, keluhan, serta keberatan dari penerima manfaat layanan dan menjadikan itu semua bagian untuk sebuah perbaikan.

Lanjut Herman Kewajiban Pelayan Publik
Ada lah Memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya kepada masyarakat menurut bidang tugasnya masing-masing Menghindari perbuatan atau tindakan yang dapat berakibat menghalangi atau mempersulit salah satu pihak yang dilayani.

“Bersikap dan bertingkah laku sopan santun terhadap masyarakat namun tegas, responsif, transparan, dan profesional sesuai ketentuan yang berlaku dan Melakukan kegiatan pelayanan sesuai dengan penugasan yang diberikan oleh penyelenggara,Memberikan pertanggung jawaban atas pelaksanaan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta Menjunjung tinggi nilai-nilai akuntabilitas dan integritas,Proaktif dalam memenuhi kepentingan masyarakat.

Hal yang serupa di ungkapkan Rumaydi yang merupakan redaktur dari media online liputan 45.menurut nya tugas wartawan itu adalah mencari dan menyebar luas kan informasi yang bertujuan untuk dapat mengedukasi masyarakat secara luas,serta mencari sumber-sumber yang berkopeten agar sebuah informasi yang coba di sampaikan wartawan terhadap masyarakat dapat berimbang dan tidak menghakimi.”wartawan ketika menjalan kan tugas jurnalistik akan slalu berusaha mencari sumber – sumber yang berkopeten salah satu contoh nya adalah kuasa pengguna anggaran dalam hal ini camat rajeg,seharus nya sebagai pemimpin dan sekaligus pejabat publik yang notaben nya di gajih oleh uang rakyat camat rajeg harus lebih bisa menunjukan sikap terbuka dan resfonsip menjadikan masukan dan kritik bagian dari pada sebuah perbaikan di kemudian hari,bukan malah diam bahkan memblokir no wartawan saat dimintai tanggapan.ungkap nya dengan nada kesal.

Hingga berita ini di turun kan belum ada klarifikasi resmi yang di berikan oleh jajaran kecamatan rajeg yang berkaitan dengan hasil pemeriksaan dan evaluasi yang di lakukan oleh pihak kecamatan rajeg  pada kegiatan proyek normalisasi aliran air nuansa sukatani  yang sudah di beritakan sebelum nya,yang di duga kuat bermasalah.(NURDIN)

You might also like

error: Content is protected !!