Ban Mobil Pemadam Kebakaran Aus Timbul Benang Dikeluhkan Sopir

Lampung Timur, Pemeliharaan inventaris mesin dan peralatan mobil pemadam kebakaran (Damkar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lampung Timur dikeluhkan petugas.

Soalnya, ban mobil tersebut aus timbul benang sehingga tak laik pakai, alkon rusak tak berfungsi sementara untuk mengisi air tanki damkar menggunakan perlengkapan mobil tanki, selang tanki damkar bocor.

Selain itu, aki atau accu khusus pada unit mobil tangki tidak berfungsi untuk starter menghidupkan mesin mobil terpaksa harus menggunakan tenaga ekstra dengan cara mendorong.

Sehingga onderdil atau perlengkapan pada 2 unit kendaraan baik mobil damkar maupun mobil tangki dinilai dan dipandang perlu untuk diperbaiki diganti dengan suku cadang yang baru.

Hal tersebut dikeluhkan oleh sopir dan Anggota unit damkar BPBD Lamtim, lantaran mereka telah mengajukan permohonan pergantian suku cadang yang baru akan tetapi tidak kunjung diganti-ganti.

Mereka mengkhawatirkan akibat ban pada unit mobil damkar yang aus sehingga dapat menghambat bahkan menyebabkan terjadi kecelakaan ketika sedang dalam perjalanan.

Mengingat mobil damkar selalu siap disiagakan untuk memberikan pertolongan (standby), apalagi saat melaju dalam kecepatan yang tinggi setiap menuju ke tempat kejadian kebakaran (TKK).

Apalagi dengan jarak tempuh yang relatif baik jauh dan dekat TKK yang didatangi dan akan ditempuh dalam kurun waktu cepat mengingat situasi mendesak, penting atau sangat perlu (urgent).

“Ban mobil damkar sudah keluar benang, kami khawatir pecah dalam perjalanan ke lokasi kebakaran bisa-bisa meledak karena beban tangki lumayan berat. Sudah pasti perjalanan mobil ngebut karena kami buru waktu sebab sifatnya harus segera tiba,” keluh seorang sopir mobil damkar pada Selasa, 2 Agustus 2022.

Menurutnya, terdapat 3 buah ban mobil damkar yang dikendarainya mengalami kerusakan yang sangat layak untuk diganti dengan suku cadang yang baru begitu juga dengan accu.

“Ada 3 ban mobil damkar yang harus diganti, sedangkan kami sudah mengajukan usulan tapi nggak ditanggapi, selain itu, aki juga minta diganti yang baru,” urainya.

Sopir itu berharap agar supaya roda maupun accu kendaraan inventaris damkar tersebut segera diganti.

“Kami berharap ban mobil dan aki diganti jangan sampai berlarut-larut. Selain takut rusak dijalan, bisa-bisa terjadi kecelakaan menyangkut keselamatan dan masyarakat yang mendapat musibah nggak bisa cepat ditolong memadamkan api,” harap sopir itu.

Seorang anggota mengatakan, alkon unit mobil damkar juga mengalami kerusakan, untuk mengisi tangki unit mobil damkar terpaksa menggunakan unit mobil tangki.

“Tadi ngisi tangki damkar makai alat yang satu itu (unit mobil tangki), gimana ya alkonnya nggak hidup, tank ini bocor juga,” kata Anggota unit damkar yang bertugas piket sembari menunjukkan pada Rabu, 3 Agustus 2022 pukul 17.00 WIB.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik (Darulog) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur, Taufik Hidayat mengatakan bahwa pihaknya telah mengajukan dana untuk biaya pemeliharaan unit mobil damkar.

“Pengajuan untuk pergantian dan perbaikan sudah kita ajukan, kita berharap segera mungkin, karena untuk mengajukan ke keuangan ada prosesnya, itu kendala kita disitu masalahnya, karena kalau mau nombok sendiri pakai duit pribadi itu nggak mungkin,” kata Taufik Hidayat melalui handphone pada Rabu, 3 Agustus 2022 sekira pukul 17.30 WIB.

Terdapat beberapa ban mobil yang akan diganti dengan suku cadang baru, sedangkan aki suku cadang baru untuk unit mobil serbaguna.

“Ban itu beberapa harus diganti, aki juga barusan kita beli untuk mobil serbaguna itu, mobil tua jadi sebentar-sebentar rewel, banyak bener keluhannya, sementara anggaran kita terbatas,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamtim itu.

Rencana BPBD Lamtim akan mengajukan pengadaan unit mobil damkar baru, sementara 2 unit mobil damkar yang ada tidak dilakukan pemeliharaan.

“O ya nggak kita nggak minta unit baru sebenarnya kita juga sudah mengajukan hibah ke Pemprop DKI untuk hibah kendaraan damkar, hanya butuh waktu dan antri juga. Kalau beli unit baru anggarannya besar cukup mahal paling murah 1,7 miliar, sementara kondisi keuangan Pemerintah Lampung Timur juga lagi sulit,” paparnya.

Disinggung seringkali terjadi keterlambatan kedatangan mobil damkar di tempat kejadian kebakaran, pihaknya berdasarkan laporan dan kedepannya akan berupaya memberikan pelayanan cepat.

“Kita bergerak berdasarkan laporan, kalau laporan cepat kita juga cepat, mungkin pada saat itu karena disini saya juga baru per-April (2022) kemarin, laporan ke tim kita lambat, mungkin itu dugaan saya, kalau ke Pasar Sukadana jangkauannya deket, seharusnya cepet,” urainya.

“Kedepan kami upayakan secepat mungkin sepanjang laporannya cepet, cuma nggak menutup kemungkinan karena unit kita ini sudah tua umurnya sejak tahun 2002, padahal sudah kita rawat sebaik mungkin ada aja tiap hari, akinya rusak, baut patah ya macem-macem intinya,” jelasnya.

Pihaknya tidak mungkin akan selalu memantau para sopir dan anggota unit mobil damkar BPBD Lamtim yang sedang bertugas dilapangan.

“Kita nggak mungkin mau memantau tiap jam temen-temen kita dilapangan bukan berarti saya menyalahkan temen-temen dilapangan, kemungkinan begitu,” tutupnya.

(Laporan: Ropian Kunang)

You might also like

error: Content is protected !!