
Lampung Timur, Diperoleh keterangan tentang tersangka pelaku perampokan dari Joni warga Dusun 001 Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur.
Joni adalah adik ipar tersangka pelaku perampokan agen BRI link di Jalan Lintas Pantai Timur Desa Tambah Subur Kecamatan Way Bungur Kabupaten Lampung Timur berama Riyan Saputra.
Ia mengungkapkan perasaan kecewanya karena ternyata pelaku perampokan agen BRI-LINK adalah Riyan Saputra suami Indah kakak perempuannya.
“Ya kalau saya, menyikapi kakak ipar ini sangat-sangat kecewa, saya kira kakak ipar saya itu orang baik, nggak taunya ada kejadian kayak gini, saya bener-bener nggak nyangka,” ungkap Joni kepada Wartawan dirumah makan Saung Cinta Rasa milik Indah dan Riyan Saputra yang bersampingan dengan rumahnya pada Minggu, 30 Januari 2022 jam 10.00 WIB.
Perilaku yang diketahui oleh Joni bahwa Riyan Saputra pendiam dan selama ini tak pernah berbaur dengan tetangga.
“Dari dulu waktu awal kesini orangnya pendiem nggak pernah ngobrol-ngobrol sama tetangga, kalau kesini juga nggak pernah lama paling tiga atau empat hari balik lagi,” tutur adik ipar pelaku perampokan itu.
Pertama kali Indah kakak perempuannya buka usaha rumah makan Saung Cinta Rasa sepulang merantau dari Bangka.
“Kalau pertama mbak Indah dulu pulang dari Bangka terus buka usaha warung makan ini sendiri setelah menikah waktu pulang bawa anak,” katanya.
Setelah usaha rumah makannya baik di Jalan Lintas Pantai Timur maupun didepan rumahnya tutup beralih usaha buka warung kelontong didepan rumah.
“Terus dipinggir lintas udah tutup disini tutup ganti kelontongan ini,” paparnya.
Joni mengaku tidak mengetahui tentang kegiatan pekerjaan sebagai usaha Riyan Saputra yang sebenarnya meskipun
“Ya, itu tadi, saya nggak paham,” cetusnya.
Kakak iparnya telah bertempat tinggal di Dusun 001 Desa Tegal Ombo Kecamatan Way Bungur bertetangga dengan Joni selama 10 tahunan.
“Kalau sekitar sepuluh tahunan ada kalau dari (pertama kali menikah) ya,” urainya.
Selama memiliki usaha rumah makan di 2 tempat, tersangka pelaku perampokan seringkali datang ketempat usahanya, itupun tak lama kembali pergi lagi.
“Mulai dari buka warung makan ini, dia juga sering dateng ke warung gitu, terus disini seminggu, empat hari pergi lagi,” paparnya.
Riyan Saputra membangun rumah di Dusun 001 Desa Tegal Ombo sekitar empat tahun lalu tetapi tak pernah menetap
“Sekitar empat tahunan, tapi pernah menetap disini,” ujarnya.
Asal-usul Riyan Saputra berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Palembang Sumatera Selatan.
“Katanya, dari Ogan Komering,” tambahnya.
Orangtua Riyan Saputra seringkali berkunjung setiap perayaan hari Natal, tapi pada saat perayaan hari Natal 2021 tidak datang berkunjung.
“Dulu ketika keluarga disini merayakan hari Natal, pernah keluarga dari (OKI) sana silaturahmi kesini, tapi waktu hari natal aja, (Hari Natal tahun 2021) nggak kesini,” sambungnya.
Dahulu, Indah membuka usaha rumah makan pada saat mengadu nasib di Bangka dan berkenalan dengan Riyan Saputra.
“Dagang, disana dagang terus mungkin kenal sama Riyan itu,” tambahnya.
Keberadaan Indah di Kalimantan, ia berpamitan pulang setelah perayaan hari Natal pada 25 Desember 2021.
“Tadinya udah lama nggak keliatan katanya ke Kalimantan, sekarang pergi lagi pamitnya ke Kalimantan,” jelasnya.
Indah pergi ke Kalimantan dengan alasan minta bercerai setelah mendengar Riyan Saputra jadi buronan penegakan hukum di Pulau Jawa.
“Dia (Indah) minta cerai sama Riyan sesudah dengar kasusnya di Jawa,” pungkas Joni.
Amat Sariharto pemilik agen BRI-LINK di Jalan Lintas Pantai Timur Desa Tambah Subur berterimakasih kepada Kepolisian.
“Berterima kasih kepada Polri dan jajarannya karena pelaku sudah tertangkap,” kata Amat saat ditemui di lokasi tempat usahanya pengepul limbah perusahaan tepung tapioka berdekatan dengan TKP.
Ia terkejut setelah mengetahui pelaku perampok ditempat usahanya ternyata bukan orang jauh melainkan tetangga Desa berjarak sekitar 2 kilometer.
“Karena pelakunya orang deket kami juga kaget, cuma untuk urusan positifnya rumahnya disitu malah kami belum tau,” ujar pemilik BRI-LINK itu.(Ropian Kunang)
